Raksasa teknologi China, ByteDance, akhirnya tunduk pada tekanan industri hiburan global. Induk perusahaan TikTok tersebut berjanji akan segera memperkuat sistem perlindungan (safeguard) pada model AI video generator terbarunya, Seedance 2.0, setelah dituduh melakukan pelanggaran hak cipta massal.
Langkah ini diambil menyusul serangkaian peringatan keras dari asosiasi studio film terbesar di dunia, Motion Picture Association (MPA), yang membawahi nama-nama besar seperti Netflix, Disney, Sony, Universal, dan Warner Bros. Discovery.
“Kecurian” Karakter Ikonik
Kontroversi bermula ketika video-video ultra-realistis buatan pengguna Seedance 2.0 membanjiri media sosial. Video tersebut menampilkan karakter ikonik Hollywood—mulai dari superhero Marvel hingga tokoh kartun Disney—dengan tingkat kemiripan yang mengerikan, seolah-olah diproduksi oleh studio aslinya.
MPA menuding ByteDance secara sengaja membiarkan pelanggaran ini terjadi. Dalam pernyataan publik akhir pekan lalu, mereka mendesak ByteDance untuk segera menghentikan “aktivitas pelanggaran hak cipta” tersebut.
Tuduhan lebih spesifik datang dari Disney. Dalam surat peringatannya, Disney menuduh ByteDance telah membekali Seedance 2.0 dengan pustaka data (library) berisi karakter berhak cipta yang diperoleh secara ilegal, lalu menyajikannya kepada pengguna seolah-olah karakter tersebut adalah public domain.
Paramount Skydance juga melayangkan surat serupa, memperkuat dugaan bahwa model AI ini dilatih menggunakan konten bajakan.
Respon ByteDance: Janji Perbaikan
Menanggapi badai kritik ini, juru bicara ByteDance akhirnya buka suara pada Senin (16/2/2026). Perusahaan menyatakan menghormati hak kekayaan intelektual (HAKI) dan berjanji akan melakukan perbaikan sistem.
“Kami telah mendengar kekhawatiran terkait Seedance 2.0. Kami mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan yang ada saat ini untuk mencegah penggunaan hak kekayaan intelektual dan kemiripan tanpa izin oleh pengguna,” ujar juru bicara ByteDance dikutip dari CNBC.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa dalam waktu dekat, pengguna Seedance 2.0 mungkin tidak akan bisa lagi membuat video yang menampilkan karakter populer seperti Mickey Mouse atau Iron Man, mirip dengan pembatasan yang telah diterapkan pada fitur wajah selebriti sebelumnya.
Perang Dingin AI vs Kreator
Insiden ini menandai babak baru dalam “perang dingin” antara pengembang AI generatif dan pemegang hak cipta konten kreatif. Hollywood, yang masih belum sepenuhnya pulih dari dampak pemogokan penulis dan aktor tahun-tahun sebelumnya, kini menghadapi ancaman eksistensial baru dari teknologi yang mampu mereplikasi karya mereka dalam hitungan detik.
Apakah langkah ByteDance memperketat safeguard akan cukup memuaskan para raksasa Hollywood, atau justru memicu tuntutan hukum lebih lanjut? Waktu yang akan menjawab.













