Chimaev Kehilangan Takhta, Ada yang “Aneh” dari Pertarungannya dengan Strickland

Dominasi menakutkan Khamzat “Borz” Chimaev akhirnya runtuh di hadapan Sean Strickland.

Dalam laga utama UFC 328 di Prudential Center, Chimaev tidak hanya kehilangan sabuk juara kelas menengahnya, tetapi juga kehilangan aura “tak terkalahkan” yang selama ini ia miliki.

Meski datang sebagai favorit, Chimaev harus menerima kenyataan pahit kalah melalui split decision lima ronde. Pertanyaannya: apa yang salah dengan sang predator yang biasanya menghabisi lawan dalam hitungan menit?

Terlalu Dekat

Salah satu faktor kunci kemenangan Strickland adalah “bocoran” gaya bertarung. Keduanya adalah mantan rekan latihan. Sean Strickland masuk ke oktagon bukan dengan rasa takut, melainkan dengan data.

“Sean mengenalnya dari latihan. Mereka tahu apa yang harus diharapkan karena sudah sering berbagi peluh di sesi sparring,” ujar Joe Rogan, komentator kondang UFC.

Strickland terbukti mampu membaca pola takedown agresif Chimaev yang biasanya membuat lawan panik, namun kali ini justru dimentahkan.

Drama Timbangan

Joe Rogan menyoroti kondisi fisik Chimaev yang tampak berbeda sejak sesi penimbangan badan. Chimaev menjadi petarung terakhir yang naik timbangan, menunjukkan adanya perjuangan berat untuk mencapai batas 185 pon.

Muncul dugaan bahwa Chimaev sempat melakukan program penambahan massa otot secara ekstrem karena berencana naik ke kelas berat ringan (205 pon) untuk menantang Jiri Prochazka.

Perubahan rencana yang mendadak membuatnya harus memangkas berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Akibatnya? Tubuhnya terlihat lebih kurus dan tidak sekuat biasanya.

Stamina kendor?

Gaya all-out Chimaev terbukti menjadi bumerang. Setelah gagal mengunci Strickland di ronde pertama, stamina Chimaev merosot tajam memasuki ronde kedua.

Statistik menunjukkan penurunan intensitas serangan yang signifikan. Strickland, yang dikenal dengan gaya strikking ekonomis dan pertahanan solid, memanfaatkan momen ini untuk mencuri poin lewat jab-jab presisi.

Meski Chimaev sempat bangkit di ronde kelima dengan sisa-sisa tenaganya, kartu skor juri sudah lebih dulu berpihak pada efektivitas serangan Strickland.Apa Selanjutnya?Kekalahan ini meninggalkan tanda tanya besar bagi karier Chimaev.

Apakah ia akan tetap di kelas menengah untuk menuntut laga ulang (rematch), ataukah impian naik ke kelas berat ringan justru menjadi jalan keluar untuk menghindari pemangkasan berat badan yang menyiksa?

Satu yang pasti, divisi 185 pon kini punya raja baru yang membuktikan bahwa strategi dan ketenangan bisa mengalahkan kebrutalan murni.