Apple Siapkan iPhone Paling Revolusioner dalam 20 Tahun, Ini Bocoran Lengkapnya

Dua puluh tahun bukan angka biasa bagi Apple. Ketika iPhone pertama kali diperkenalkan Steve Jobs pada Januari 2007 dan mulai dijual Juni tahun yang sama, dunia ponsel pintar berubah selamanya. Kini, menjelang peringatan dua dekade itu pada 2027, Apple dikabarkan tengah merencanakan sesuatu yang istimewa. 

Bocoran terbaru datang dari Digital Chat Station (DCS), leaker ternama asal Tiongkok yang kerap membagikan informasi rantai pasokan Apple melalui platform Weibo. Menurut DCS, Apple menggandeng Samsung untuk memproduksi panel OLED micro-curved khusus yang lebih tipis dan lebih terang dibandingkan panel yang digunakan pada iPhone saat ini. 

Empat Sisi Melengkung, Tapi Bukan Seperti yang Anda Bayangkan

Jangan bayangkan lekukan dramatis ala Samsung Galaxy Edge era 2016 yang terkenal rawan sentuhan tak disengaja. Apple disebut meminta Samsung merancang panel dengan desain equal-depth quad-curved menggunakan teknik micro-curves — kelengkungan yang sangat dangkal, berbeda jauh dari tepi “air terjun” agresif yang pernah menjadi tren pada ponsel Android. 

Tujuannya pun pragmatis: Apple ingin menciptakan perangkat yang terasa lebih nyaman di genggaman, sekaligus membuat sapuan jari dari tepi layar terasa lebih alami. 

Teknologi COE: Tanpa Polarizer, Lebih Terang dan Lebih Tipis

Di balik desain melengkung itu, terdapat lompatan teknologi yang lebih signifikan. Apple ingin menghadirkan layar tanpa lapisan filter polarizer — sebuah terobosan besar dari standar industri saat ini. 

Selama ini, hampir semua layar OLED dilengkapi film polarizer tipis yang berfungsi meredam pantulan cahaya. Masalahnya, polarizer juga menyerap sekitar 50 persen cahaya yang dipancarkan layar itu sendiri, sekaligus menambah ketebalan tumpukan panel secara keseluruhan. 

Apple berencana mengatasi kedua hambatan tersebut dengan teknologi bernama COE (Color Filter on Encapsulation). Teknik ini mengaplikasikan filter warna langsung ke lapisan enkapsulasi panel OLED, bukan sebagai lapisan terpisah di atasnya. Hasilnya: layar lebih tipis, lebih terang, dan lebih hemat daya. 

Tantangan yang tersisa adalah soal pantulan — tanpa polarizer, refleksi cahaya lebih sulit dikendalikan. Apple disebut tengah mengembangkan lapisan anti-reflektif yang ditingkatkan untuk mengompensasi hal tersebut.

Ironi: Android Sudah Lebih Dulu

Tentu ada sisi ironis dari kabar ini. Selama bertahun-tahun Apple memilih layar datar untuk iPhone-nya dan bahkan memengaruhi seluruh pasar Android untuk mengikuti jejak yang sama. Kini, Apple tampaknya ingin berbalik arah dan “menemukan” layar quad-curved yang sebenarnya sudah lama digunakan oleh produsen ponsel Tiongkok.

Tren layar melengkung di Android sudah ada sejak 2014. Huawei P40 Pro yang diluncurkan pada 2020 bahkan sudah menghadirkan layar Overflow Display dengan desain quad-curved yang matang. OPPO, Xiaomi, dan Vivo pun telah mengaplikasikan teknologi serupa di jutaan perangkat mereka.

Bedanya, Apple tidak sekadar mengadopsi — mereka menyempurnakan. Taruhan Apple adalah bahwa dengan material terbaru dari Samsung, mereka bisa menyelesaikan dua keluhan klasik layar lengkung Android: sentuhan tak disengaja dan distorsi konten di tepi layar.

Face ID Bawah Layar Masih Jadi Tanda Tanya

Ambisi Apple untuk iPhone edisi 20 tahun ini memang besar: desain tanpa bezel, tanpa lubang kamera, tampak seperti satu lembar kaca utuh. Namun tidak semua target itu bisa tercapai tepat waktu.

Analis layar Ross Young menyatakan teknologi Face ID di bawah layar kemungkinan belum siap untuk iPhone 2027. Skenario yang lebih realistis adalah Face ID tersembunyi di bawah panel, namun kamera depan masih menggunakan lubang kecil hole-punch.  Sejumlah leaker lain tetap optimistis bahwa Apple bisa mewujudkan tampilan benar-benar tanpa lubang — mengingat momentum peringatan dua dekade yang terlalu besar untuk dilewatkan tanpa gebrakan.

Nama: iPhone 20 atau iPhone XX?

Soal nama pun masih spekulatif. Mengacu pada strategi penamaan iPhone X, sebutan “iPhone XX” memiliki kesan premium dan misterius. Namun dengan John Ternus yang kini memegang peran lebih besar dalam strategi produk Apple, ada kemungkinan perusahaan memilih nama yang lebih sederhana: iPhone 20. 

Apa pun namanya kelak, Apple disebut tengah merencanakan salah satu acara peluncuran paling ambisius dalam sejarahnya untuk perangkat ini.  Sebuah momen untuk mengingatkan dunia bahwa dua dekade lalu, satu produk benar-benar mengubah segalanya.