Bek Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker. (Foto: PSSI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemanggilan bek muda berusia 17 tahun, Mathew Baker, ke skuad senior Timnas Indonesia bukan sekadar pelengkap. Pelatih kepala John Herdman rupanya telah menyiapkan skema khusus untuk sang wonderkid, salah satunya dengan menunjuk bek klub Bundesliga, Kevin Diks, sebagai mentor pribadinya selama masa pemusatan latihan.
Kehadiran Baker di skuad senior ini merupakan bagian dari persiapan Garuda menatap dua laga FIFA Matchday melawan Oman pada Jumat (5/6) dan Mozambik pada Selasa (9/6) mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
“Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini, sehingga dia (Baker) bisa belajar dari pemain Bundesliga yang memiliki pengalaman internasional,” ungkap Herdman saat ditemui awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
Menurut Herdman, Diks adalah sosok yang paling ideal untuk membimbing Baker. Selain karena keduanya sama-sama berposisi sebagai pemain bertahan, rekam jejak Diks di kasta tertinggi Liga Jerman musim ini menjadi nilai jual yang tak ternilai.
Di musim perdananya bersama Borussia Moenchengladbach, Diks tampil reguler dalam 30 pertandingan dan terbilang sangat produktif untuk ukuran seorang bek dengan torehan lima gol. Gol-gol tersebut disarangkan ke gawang tim kuat seperti FC Koln, Heidenheim, Augsburg, Union Berlin, dan Hoffenheim, sekaligus membantu timnya finis di peringkat ke-12 dengan 38 poin.
“Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar itu ke lingkungan tim muda dan menciptakan standar baru di sana,” puji Herdman.
Herdman pun mengapresiasi adaptasi cepat yang ditunjukkan Baker. “Tugas pertamanya adalah mencapai standar yang ada di sini. Dia tidak terlihat canggung. Awalnya bagus, sikapnya luar biasa. Namun, dia masih muda dan masih memiliki perjalanan yang panjang,” imbuhnya.
Misi Acceleration Strategy Herdman
Langkah berani memanggil pemain berusia 17 tahun ke skuad senior merupakan bagian dari visi besar Herdman yang disebutnya sebagai “acceleration strategy”. Strategi ini dirancang untuk mempercepat pematangan mental dan kualitas talenta-talenta muda.
Semakin dini seorang pemain merasakan atmosfer internasional level senior, Herdman meyakini peluang pemain tersebut untuk melesat ke level top akan semakin besar. Juru taktik asal Inggris itu membuktikan filosofinya saat menangani Timnas Kanada, dengan mencontohkan dua anak asuhnya: Jonathan David dan Liam Millar.
Herdman memberikan debut timnas senior kepada David dan Millar saat mereka baru menginjak usia 18 tahun. Hasilnya sangat signifikan. Jonathan David yang debut pada September 2018 (saat masih membela KAA Gent), kini menjelma menjadi striker top yang telah mencicipi gelar juara Liga Prancis bersama Lille dan kini membela raksasa Italia, Juventus, dengan torehan 79 caps dan 39 gol untuk Kanada.
Kisah sukses serupa dialami Liam Millar. Usai debut pada Maret 2018 saat masih berstatus pemain muda Liverpool, kariernya terus menanjak. Mengantongi 39 caps, Millar baru saja menjadi aktor penting yang membawa Hull City promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris (Premier League) berkat kontribusi impresifnya sepanjang 38 penampilan musim ini.
“Saya pernah menyebut Jonathan David dan Liam Millar di Kanada. Mereka adalah pemain muda akademi yang diberi kesempatan di tim nasional, lalu berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan momen-momen besar,” pungkas Herdman menegaskan visinya untuk masa depan Timnas Indonesia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













