Airlangga Klaim WFH ASN Bisa Hemat APBN hingga Rp6,2 Triliun

Clara Medium.jpeg

Selasa, 31 Maret 2026 – 22:00 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kri) sampaikan paket ekonomi juga terkait stimulus perekonomian. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kri) sampaikan paket ekonomi juga terkait stimulus perekonomian. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) bisa menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun.

“Potensi penghematan WFH yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat sebesar Rp59 Triliun.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan, pemerintah juga menetapkan WFH bagi ASN setiap Jumat demi efisiensi energi ditengah konflik geopolitik. Namun, WFH tidak berlaku di sektor layanan publik.

“Yaitu sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan,” tutur dia.

Selain itu, pemerintah juga membatasi penggunaan mobil dinas dan mendorong penggunaan transportasi publik.

“Efisiensi mobilitas termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas 50% kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik dan mendorong menggunakan transformasi publik,” katanya.

Tak hanya itu, Airlangga mengatakan pemerintah akan membatasi penggunaan anggaran perjalanan dinas dalam negeri maupun luar negeri.

“Efisiensi perjalanan dinas di dalam negeri hingga 50 persen, dan luar negeri hingga 70 persen,” tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap alasan pemilihan hari Jumat sebagai hari kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Jumat dipilih karena aktivitas kerja cenderung relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya. Menurutnya, tingkat kesibukan pada hari tersebut tidak setinggi hari biasa, bahkan di banyak instansi hanya berlangsung sekitar setengah dari beban kerja harian.

“Kita pilih hari Jumat karena memang hari Jumat kan setengah (beban kerja). Artinya tidak sepenuh dari Senin sampai dengan Kamis,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Di samping itu, pemilihan Jumat sebagai hari WFH juga mengikuti praktik sejumlah kementerian sebelumnya telah lebih dulu menerapkan pola kerja empat hari dalam sepekan dengan dukungan sistem digital, terutama pascapandemi COVID-19.

Meski begitu, Airlangga memastikan sektor pelayanan publik dan sektor strategis tetap berjalan normal seperti biasa.

“Tetapi pelayanan publik itu tetap berjalan, dan kegiatan produktif termasuk perbankan, pasar modal dan yang lain itu tetap berjalan. Dan itu dipersilahkan untuk yang di kantornya mereka mengatur dengan aplikasi tertentu,” jelasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang