Kapolsek Menteng AKBP, Braiel Arnold Rondonuwu (foto:inilahcom/Wahyu)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Polisi memastikan insiden kaca pecah di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Menteng, Jakarta Pusat, bukan disebabkan aksi teror maupun penembakan. Peristiwa tersebut dipastikan murni akibat faktor teknis berupa pemuaian pada material kaca.
“Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh pengelola gedung, kejadian pecahnya kaca tersebut terjadi akibat pemuaian dari bidang kaca, sehingga mengakibatkan kaca pecah. Bukan karena penembakan ataupun teror,” kata Kapolsek Menteng AKBP, Braiel Arnold Rondonuwu, Kamis (9/7/2026).
Ia menambahkan, kaca yang pecah akan segera diganti oleh pihak pengelola gedung. Polisi juga memastikan situasi di lokasi aman dan terkendali.
Keterangan tersebut sejalan dengan penjelasan pihak pengelola gedung. Perwakilan building management, Martin, mengungkapkan bahwa kejadian kaca pecah bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut insiden serupa terjadi secara berkala. “Satu sampai dua tahun sekali pasti ada kaca pecah. Lantai 5, 6, 7, 8 pernah pecah dan itu kita ganti. Bukan karena teror,” ujar Martin.
Sementara Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, menjelaskan kaca yang digunakan merupakan jenis tempered yang rentan pecah akibat perubahan suhu ekstrem. “Kaca tempered kalau pecah memang seperti itu, ada titik-titik. Ini karena panas, pemuaian,” terangnya.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Naryana memastikan hanya satu kaca yang pecah dan tidak ada korban dalam insiden tersebut. “Tidak ada korban, aman,” katanya.
Terkait kehadiran polisi di lokasi, Naryana menyebut hal itu juga berkaitan dengan pengamanan karena sebelumnya terdapat rencana aksi unjuk rasa di sekitar gedung. “Kalau dari kepolisian pasti akan menjaga di sini,” ucapnya.
Meski disebut sebagai kejadian berulang, pihak pengelola memastikan telah melakukan langkah perawatan rutin. Martin mengatakan pihaknya segera memanggil vendor untuk mengganti kaca yang rusak. “Nanti diukur dan segera kita ganti,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, pengelola juga akan menambahkan kaca film pada bagian tertentu guna mencegah serpihan jatuh langsung saat terjadi kerusakan. “Kalau pakai kaca film, kalau pecah tidak langsung jatuh. Kebetulan yang bawah ini belum dipasang, nanti kita pasang,” kata Martin.
Dengan hasil penyelidikan tersebut, polisi menegaskan insiden kaca pecah di Kantor BGN tidak berkaitan dengan tindakan kriminal, melainkan murni akibat faktor teknis bangunan.
Olah TKP
Sebelumnya, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat sempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Satu unit mobil Inafis tiba sekitar pukul 14.20 WIB dan petugas langsung melakukan pemeriksaan di titik kerusakan. Area sekitar lokasi juga dipasangi garis polisi, sementara awak media diminta meliput dari luar area gedung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, satu unit mobil Inafis tiba sekitar pukul 14.20 WIB. Sejumlah personel langsung memasuki area kantor dan melakukan pemeriksaan di titik kerusakan.
Kaca bangunan yang pecah tampak meninggalkan serpihan di bagian bawah gedung. Area tersebut kemudian dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Selama proses olah TKP berlangsung, awak media hanya diperbolehkan melakukan peliputan dari luar gerbang kantor. Petugas terlihat melakukan dokumentasi serta pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi kejadian.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













