Purbaya Respons Prabowo Nombok Biaya Perjalanan Dinas ke Luar Negeri

Clara Medium.jpeg

Jumat, 5 Juni 2026 – 19:45 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa merespons biaya perjalanan kunjungan kerja (kunker) Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri yang sempat heboh.

Sekaligus menjawab pertanyaan terkait kelebihan biaya yang harus ditanggung Presiden Prabowo. Purbaya menegaskan, permasalahan tersebut telah dijawab oleh Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

“Saya enggak bisa jawab pertanyaan itu, kan Pak Teddy sudah menjelaskan, ya kita pegang pernyataan Pak Teddy,” ujar Purbaya saat konferensi pers APBN Kita, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan, tidak ada aturan yang mengatur secara spesifik tentang keuangan pribadi dari Presiden. Meskipun begitu, dia menganggap hal yang wajar jika Presiden menggunakan uang pribadinya untuk menutup kekurangan biaya.

“Enggak ada aturannya. Kalau saya punya duit, saya pergi, misalnya saya nombok, enggak boleh? Secara logika, kan boleh saja, kalau mau nombok,” jelas dia.

Bendahara negara itu pun menegaskan bahwa biaya perjalanan dinas Presiden telah dianggarkan dalam APBN, hal itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 66 Tahun 2020. Namun, dia mengatakan detail dari anggaran tersebut bersifat rahasia.

“Ada pasti dianggarkan. Anda mau lihat rahasia presiden? Ya enggak bolehlah. Kita tahu angkanya. Coba Anda tanya ke Sesneg saja, kalau mau jawaban yang pasti,” tegas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritik yang disampaikan mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal yang menyoroti besarnya biaya perjalanan Presiden RI Prabowo Subianto ketika melakukan kunjungan kenegaraan.

Teddy lewat akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jakarta, Senin (1/6/2026), menjelaskan, selama ini, kelebihan biaya selama melakukan kunjungan ke luar negeri, ditanggung dana pribadi Presiden Prabowo. Masalah itu, kerap kali disampaikannya kepada pihak Istana Kepresidenan.

“Jadi yang pertama, masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan negara, sepenuhnya ditanggung pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan terima kasih atas kritik dan saran yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, beberapa waktu lalu. “Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur,” kata Teddy.

“Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” tutur Teddy melanjutkan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang