Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian (tengah) saat konferensi pers film pendek Jalan Pulang di Jakarta, Rabu (22/7/2026).(Foto: inilah.com/Wahyu Praditya Purnama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Upaya pelestarian kebaya kini tak lagi hanya mengandalkan simbol dan tampilan visual. Melalui film pendek Jalan Pulang, Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan pendekatan baru dengan menghidupkan kebaya lewat cerita personal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini menjadi pergeseran dari kampanye sebelumnya yang lebih menonjolkan kebaya sebagai identitas budaya atau ekspresi fesyen. Kali ini, kebaya ditempatkan dalam ruang yang lebih intim, sebagai bagian dari pengalaman emosional dalam keluarga.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan pendekatan storytelling dipilih agar masyarakat dapat melihat kebaya dari sudut pandang yang lebih mendalam.
“Melalui Jalan Pulang, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan. Kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, dan nilai kehidupan,” kata Renitasari saat konferensi pers film pendek Jalan Pulang di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Film ini mengisahkan Dara, seorang creative director muda yang awalnya memandang kebaya secara modern dan komersial. Namun, sudut pandangnya berubah ketika ia kembali ke rumah dan menemukan kebaya-kebaya lama milik keluarganya yang menyimpan berbagai kenangan.
Dari pengalaman tersebut, kebaya tidak lagi dilihat sebagai simbol budaya semata, melainkan sebagai medium yang menghubungkan masa lalu dan masa kini melalui cerita-cerita personal.
Sutradara film, Bramsky, menilai pendekatan ini penting untuk menjaga relevansi kebaya, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, budaya akan lebih mudah diterima jika disampaikan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan.
“Di balik kebaya ada cerita tentang rumah, keluarga, dan identitas. Itu yang ingin kami sampaikan, agar kebaya terasa dekat, bukan sesuatu yang jauh atau hanya untuk acara tertentu,” ujar dia.
Melalui Jalan Pulang, kebaya dihadirkan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang terus bergerak dan berkembang.
Cerita personal menjadi jembatan agar generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasa memiliki kebaya.
Film Jalan Pulang dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube Indonesia Kaya, bertepatan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










