Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (3/6/2026), hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. (Foto: Antara/Bayu Pratama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa malam (2/6/2026) seketika memantik perhatian dunia. Sejumlah media luar negeri terkemuka dari kawasan Asia hingga Eropa ramai-ramai mengulas kejatuhan Dadan.
Beberapa media tersebut di antaranya adalah kantor berita Prancis AFP, media Inggris BBC, serta sederet media utama Malaysia seperti New Straits Times (NST), The Star, dan Free Malaysia Today.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan kepada wartawan bahwa keputusan mendepak Dadan diambil setelah melalui evaluasi kinerja yang mendalam. Lembaga baru tersebut dinilai gagal menerapkan tata kelola (governance) serta kontrol kebersihan yang ketat, yang semestinya menjadi prasyarat mutlak dalam menyukseskan program skala raksasa ini.
Sorotan Tajam Kasus dan Anggaran
Media Prancis, AFP, merilis laporan bertajuk Indonesian President Sacks Head of Free Meal Scheme. Dalam ulasannya, AFP menyoroti bahwa program bernilai miliaran dolar AS ini tercoreng oleh kasus keracunan makanan massal dan tuduhan korupsi.
Meskipun pemerintah mengklaim telah menyalurkan makanan kepada lebih dari 61 juta jiwa per Maret lalu, kenyataan di lapangan mencatat puluhan ribu orang justru jatuh sakit sejak program ini resmi digulirkan pada Januari tahun lalu.
Bahkan, dalam catatan publik, Dadan sendiri sempat mengakui di hadapan DPR bahwa program tersebut memicu setidaknya 11.000 kasus keracunan, di mana lebih dari 600 orang di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Persoalan tidak berhenti di situ. BBC ikut menguliti latar belakang pencopotan sang kepala badan yang juga dikenal sebagai ahli entomologi tersebut. Menurut BBC, pemecatan ini terjadi hanya berselang satu pekan setelah lembaga pengawas korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW), melayangkan pengaduan resmi terkait adanya dugaan inkonsistensi penganggaran di berbagai dapur umum MBG.
Sementara itu, media Malaysia New Straits Times (NST) memberitakan pencopotan Dadan dengan judul lugas: Prabowo Removes Head of Free Meals Agency Over Governance Concerns.
“Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah memecat kepala Badan Gizi Nasional yang mengelola program unggulannya, yaitu pemberian makanan bergizi gratis di sekolah senilai US$20 miliar, kata seorang pejabat, dengan alasan masalah tata kelola dan kualitas makanan,” demikian laporan dari NST.
Media Malaysia lainnya, The Star, juga memberitakan pencopotan Dadan oleh Prabowo. Sejumlah masalah pelaksanaan MBG juga tak luput dari sorotan mereka.
“Skema miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan itu adalah kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024,” tulis The Star.
Selain masalah internal badan, kebijakan makro program ini juga tak luput dari kritik internasional karena memakan anggaran yang sangat besar, tepat di saat perekonomian Indonesia sedang berjuang menghadapi penyusutan surplus perdagangan dan volatilitas nilai tukar rupiah yang melemah.
Sebagai langkah penyelamatan, posisi Dadan kini resmi digantikan oleh wakilnya, Nanik S. Deyang, yang merupakan mantan jurnalis sekaligus eks tim kampanye Prabowo.
Kantor BGN Digeledah
Dampak dari pencopotan ini menjalar cepat ke ranah hukum domestik. Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman resmi, Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung bergerak melakukan penggeledahan di kantor pusat BGN yang terletak di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan pengamatan langsung Inilah.com di lokasi, jalannya operasional kantor tampak lumpuh. Sejumlah karyawan BGN berada di luar gedung karena tidak diperkenankan memasuki kantor. Alhasil, mereka harus menunggu di luar area gedung sambil menanti instruksi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Aksi penggeledahan massal oleh korps adhyaksa ini diduga kuat berkaitan erat dengan karut-marut tata kelola keuangan dan operasional BGN selama berada di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana. Berdasarkan sejumlah informasi, saat ini Dadan dikabarkan sudah berada di gedung Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













