Kapal pesiar MV Hondius yang terjangkit hantavirus tiba di pelabuhan industri Granadilla de Abona di Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol pada Minggu (10/5/2026) pagi waktu setempat. (Foto: AFP/Jorge Guerrero)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dunia internasional kini tengah berpacu dengan waktu. Sejumlah negara bergerak cepat melacak jejak puluhan penumpang kapal pesiar MV Hondius menyusul merebaknya wabah hantavirus di atas kapal mewah tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi enam kasus positif Hantavirus sejauh ini. Tragisnya, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua kematian lainnya masih dalam tahap verifikasi laboratorium.
Wabah ini memicu kekhawatiran karena melibatkan galur Andes, jenis hantavirus yang diketahui bisa menular melalui kontak dekat antarmanusia. Meski WHO menegaskan ini bukan awal pandemi baru seperti Covid-19, masa inkubasi virus yang mencapai enam minggu membuat potensi lonjakan kasus tetap terbuka lebar.
Jejak Penularan di Samudra
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, mencatat terdapat 178 penumpang dan awak dari 28 negara di dalam MV Hondius. Kapal yang bertolak dari Ushuaia, Argentina pada 1 April ini, sempat menurunkan 32 tamu di Pulau St Helena pada 24 April sebelum kasus pertama terdeteksi.
Hantavirus umumnya menyebar dari hewan pengerat. Namun, temuan di MV Hondius menjadi sorotan tajam. “Ini adalah penularan virus pertama yang diketahui terjadi di dalam kapal,” tulis pernyataan resmi WHO, Kamis (7/5/2026).
Hingga saat ini, WHO terus berkoordinasi dengan sedikitnya 12 negara—termasuk Inggris, Amerika Serikat, Jerman, hingga Singapura—untuk memantau warga mereka yang sempat berada di kapal tersebut.
Inggris dan AS dalam Pantauan Ketat
Di Inggris, otoritas kesehatan melaporkan tiga warga negaranya diduga terinfeksi. Salah satunya adalah Martin Anstee (56), pensiunan polisi yang kini dirawat di Belanda dalam kondisi stabil. Sementara satu pasien lainnya masih berjuang di ruang ICU rumah sakit di Afrika Selatan.
Setali tiga uang, Amerika Serikat melalui CDC telah menetapkan status respons darurat ‘Tingkat 3’. Lima negara bagian, yakni Georgia, Texas, Arizona, Virginia, dan California, kini memantau ketat kepulangan warga mereka yang pernah berada di MV Hondius.
Ketegangan di Spanyol dan Duka di Belanda
Situasi memanas di Spanyol. MV Hondius dijadwalkan bersandar di Tenerife pada Sabtu (9/5/2026). Namun, rencana ini mendapat penolakan keras dari Kepala Pemerintahan Kepulauan Canary, Fernando Clavijo.
“Saya tidak bisa mengizinkan kapal itu masuk. Keputusan (pemerintah pusat) ini tidak didasarkan pada kriteria teknis yang cukup,” tegas Clavijo.
Di Belanda, duka menyelimuti setelah sepasang suami istri warga negara mereka meninggal dunia. Sang istri positif hantavirus saat menjalani perawatan di Afrika Selatan. Selain itu, seorang pramugari maskapai KLM sempat diisolasi karena kontak erat, meski hasil tes terakhirnya dinyatakan negatif.
Risiko Publik Diklaim Rendah
Meski respons global tampak masif, sejumlah pakar menilai koordinasi di lapangan masih karut-marut. Namun, mereka sepakat bahwa risiko bagi masyarakat umum masih tergolong rendah karena pola penyebaran virus yang spesifik.
Saat ini, MV Hondius tengah mengarah ke Kepulauan Canary dengan pengawasan ketat. Dunia kini menunggu, apakah pelacakan maraton ini mampu meredam penyebaran virus Andes sebelum mencapai daratan lebih luas.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












