SPI Puji Gagasan Prabowo Terbitkan Kredit Khusus Petani: Filipina Bunganya 3 Persen

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 9 Mei 2026 – 22:09 WIB

Petani memanen padi di Desa Tambak Baya, Lebak, Banten, Rabu (8/4/2020). (Foto: Antara/Muhammad Bagu Khoirunas).

Petani memanen padi di Desa Tambak Baya, Lebak, Banten, Rabu (8/4/2020). (Foto: Antara/Muhammad Bagu Khoirunas).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto meluncurkan kredit permodalan untuk petani dengan bunga murah, maksimal 5 persen per tahun.

“Langkah tersebut merupakan niat baik pemerintah yang dapat membantu petani, namun harus dibarengi dengan kebijakan yang lebih spesifik dan berpihak pada karakter usaha pertanian,” ujar Henry di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Henry menilai, selama ini skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menyamaratakan sektor pertanian dengan perdagangan dan usaha mikro lainnya. Padahal, setiap sektor memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, terutama pertanian pangan yang sangat dipengaruhi persaingan harga.

“Kalau KUR disamakan semua sebagai usaha mikro, tidak pas untuk petani. Seperti padi, jagung, hortikultura, peternakan, dan perikanan yang memiliki karakter berbeda. Karena itu perlakuannya juga harus berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand telah lama menerapkan bunga kredit pertanian di bawah 5 persen per tahun. Bahkan di Filipina, suku bunga kredit untuk petani padi ditetapkan sekitar 3 persen per tahun.

“Rendahnya bunga kredit menjadi salah satu faktor yang membuat harga pangan di negara-negara tersebut menjadi kompetitif. Selain dukungan pemerintah yang besar, rata-rata kepemilikan lahan petani di negara tersebut lebih luas, sehingga biaya produksi bisa ditekan,” terangnya.

Untuk itu, SPI mendorong pemerintah membedakan skema bunga KUR berdasarkan jenis usaha. Untuk sektor pangan seperti padi, jagung, hortikultura, peternakan, dan perikanan, SPI mengusulkan bunga kredit berada di bawah 3 persen per tahun.

Sementara untuk sektor perdagangan atau kebutuhan ekonomi lainnya di desa, bunga ditetapkan maksimal 5 persen per tahun.

“Kalau untuk usaha langsung yang berkaitan dengan produksi pangan, seharusnya bunganya lebih rendah lagi, di bawah 3 persen. Sedangkan untuk kebutuhan ekonomi lainnya bisa 5 persen maksimal,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026, Presiden Prabowo Subianto menjanjikan program kredit khusus bagi petani dan nelayan dengan bunga murah.

Menurut Prabowo, selama ini, masyarakat kecil kerap menghadapi bunga pinjaman yang sangat tinggi dan memberatkan.

“Saudara-saudara sekalian selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya,” ujar Prabowo di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

“Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun. Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun,” tambahnya.

Selain kebijakan pembiayaan, Prabowo juga menyebut pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp500 triliun untuk perlindungan sosial (perlinsos) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita juga memberi perlindungan sosial yang sangat besar. Tahun ini kita memberi perlindungan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah sebesar Rp500 triliun,” imbuhnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang