Saat Seniman Taiwan-Indonesia ‘Saling Bicara’ tanpa Mengucap Sepatah Kata, Guncang Panggung Salihara

Icon_INILAH GOLD.png

Sabtu, 9 Mei 2026 – 22:39 WIB

Komunitas Salihara Arts Center sukses menghadirkan pertunjukan tari kontemporer Islands yang memukau publik Jakarta di Teater Salihara, Sabtu-Minggu (9-10/5/2026).(Foto: Doc. Salihara)

Komunitas Salihara Arts Center sukses menghadirkan pertunjukan tari kontemporer Islands yang memukau publik Jakarta di Teater Salihara, Sabtu-Minggu (9-10/5/2026).(Foto: Doc. Salihara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komunitas Salihara Arts Center sukses menghadirkan pertunjukan tari kontemporer Islands yang memukau publik Jakarta di Teater Salihara, Sabtu-Minggu (9-10/5/2026). 

Kolaborasi lintas budaya antara seniman Indonesia dan Taiwan itu menghadirkan pengalaman artistik yang mendalam tentang tubuh, identitas, keterasingan, dan pencarian jati diri.

Pertunjukan yang dibawakan koreografer sekaligus penari Taiwan, Wang Yeu-kwn, bersama koreografer dan penari Indonesia, Danang Pamungkas, berhasil membawa penonton larut dalam dialog tubuh yang intim dan reflektif.

Atmosfer pertunjukan terasa hening sekaligus emosional sejak awal pementasan. 

Gerak tubuh yang minimalis namun intens dipadukan dengan eksplorasi ruang dan ritme yang kuat, menciptakan pengalaman visual yang menggugah.

Kurator Tari Komunitas Salihara, Tony Prabowo, menyebut Islands bukan sekadar pertunjukan tari, melainkan ruang perjumpaan dua pengalaman budaya yang saling berbicara melalui tubuh.

Dia mengatakan, kerja sama seniman seni pertunjukan ini bermula dari pertemuan dua koreografer dan penari Indonesia-Taiwan, Danang Pamungkas dan Wang Yeu-kwn, yang pernah belajar bersama di bawah bimbingan Lin Hwai-Min dari Cloud Gate Dance Theater. 

“Melalui berbagai sudut pandang yang berbeda tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan yang selalu berlanjut akan makna kepenariannya, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony.

Karya Islands sendiri merupakan bagian kedua dari proyek A Trilogy – Quest of Relationships yang dikembangkan Wang Yeu-kwn bersama Shimmering Production.

Pertunjukan tersebut sebelumnya tampil di Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum akhirnya dipentaskan di Indonesia.

Dalam pementasan tersebut, pulau tidak hanya dimaknai sebagai wilayah geografis, tetapi juga metafora tentang tubuh, ingatan, batas, dan kemungkinan manusia untuk saling memahami.

Penonton tampak memberikan apresiasi tinggi sepanjang pertunjukan berlangsung. Tepuk tangan panjang menutup pementasan yang dinilai menghadirkan energi kontemplatif sekaligus emosional.

Kehadiran Islands di Jakarta juga menjadi sorotan karena karya ini telah terpilih sebagai finalis Bloom Prize dalam ajang The Rose International Dance Prize 2027 yang digelar Sadler’s Wells di London, Inggris.

Pengakuan internasional tersebut menjadikan pementasan di Salihara sebagai momentum penting bagi publik Indonesia untuk menyaksikan karya tari kontemporer yang tengah melaju menuju panggung dunia.

Selain Wang dan Danang, karya ini turut mendapat dukungan artistik dari Lee Yin-ying, salah satu pendiri Shimmering Production yang dikenal aktif mengembangkan pendekatan tari berbasis tubuh dan kesadaran batin.

Melalui Islands, Salihara kembali menegaskan posisinya sebagai ruang seni yang konsisten menghadirkan dialog budaya global sekaligus membuka ruang refleksi bagi publik melalui seni pertunjukan kontemporer.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang