Bapanas Siapkan Sanksi Tegas untuk Importir dan Distributor Kedelai yang Jual di Atas HAP

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 10 April 2026 – 05:09 WIB

Persediaan kedelai semakin mahal dan menipis. (Foto: Dok Bapanas).

Persediaan kedelai semakin mahal dan menipis. (Foto: Dok Bapanas).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah menegaskan harga kedelai impor bakal dipantau melalui koridor Harga Acuan Penjualan (HAP) sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah pun tidak segan menindak importir dan distributor kedelai yang menjual di atas harga wajar.

“Saya sudah rapat dengan Gakoptindo, harganya di kisaran Rp10.500 sampai Rp11.000 per kilogram. Sementara HAP di tingkat konsumen, dalam hal ini pengrajin tahu dan tempe, maksimal Rp12.000 per kilogram. Artinya, harga masih sesuai dan wajar,” ujar Ketut di Pasar Menteng Pulo, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ketut menuturkan tindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan importir dan distributor kedelai yang mematok harga terlalu tinggi. Untuk saat ini, kondisi harga kedelai impor masih cukup baik bagi pengrajin tahu dan tempe.

“Yang paling penting, importir tidak boleh menaikkan, distributor tidak boleh pasang harga tinggi. Kalau ada yang tinggi, kita akan tegakkan aturan, kita akan mencubit mereka. Perlu diketahui pula, kedelai itu lebih dari 95 persen digunakan oleh pengrajin tahu tempe,” ucap Ketut.

Berdasarkan data Gakoptindo yang diolah Bapanas per 8 April 2026, rata-rata harga kedelai di Jakarta berada di kisaran Rp10.500–Rp11.000 per kg.

Sementara itu, rata-rata harga kedelai di regional Jawa berada di kisaran Rp10.555/kg, Bali dan NTB Rp10.550/kg, Sumatera Rp11.450/kg, Sulawesi Rp11.113/kg, dan Kalimantan Rp10.908/kg.

Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan HAP kedelai di tingkat konsumen atau pengrajin tahu dan tempe. Dalam Peraturan Bapanas Nomor 12 Tahun 2024, HAP kedelai lokal maksimal Rp11.400 per kg, sedangkan HAP kedelai impor maksimal Rp12.000 per kg.

“Ini jadi segmen pengawasan pemerintah selain harga di pasar-pasar. Sepanjang pengrajin tahu tempe nyaman, menandakan harga dari importir dan distributor sudah baik. Tapi jika ada yang bermain-main harga, kita akan tindak karena tidak boleh, demi menjaga stabilitas harga kedelai,” pungkas Ketut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo, mengakui adanya dinamika fluktuasi harga kedelai. Namun, kondisi tersebut tidak merata di seluruh wilayah karena masih ada daerah yang sesuai dengan HAP yang ditetapkan pemerintah.

“Situasinya per hari ini di Jakarta itu cuma Rp11.000 sampai Rp11.500. Kami update tiap hari karena punya jaringan di berbagai daerah. Jadi harga masih wajar,” ungkap Wibowo.

Menurutnya, variasi harga kedelai lebih banyak dipengaruhi faktor distribusi, lokasi, dan skala pembelian, bukan karena gangguan pasokan secara nasional.

Sementara itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian (Mentan) menegaskan pemerintah memperketat pengawasan harga pangan di tengah potensi dampak El Nino serta konflik geopolitik.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas strategis termasuk kedelai.

“Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” kata Amran sebelum rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia meminta para importir kedelai untuk mengedepankan empati terhadap masyarakat dengan turut menjaga stabilitas harga pangan, mengingat kedelai merupakan bahan baku utama tempe dan tahu yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang