Selama Ini Longgar, Pengamanan Bandara Korowai Baru Dipertebal Usai Serangan KKB

Reza Medium.jpeg

Sabtu, 14 Februari 2026 – 04:01 WIB

 Pesawat Smart Air yang ditembak KKB di Korowai, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). (Foto: Antara/HO-Dokumentasi)

Pesawat Smart Air yang ditembak KKB di Korowai, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). (Foto: Antara/HO-Dokumentasi)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Rentetan serangan bersenjata di Papua memaksa pemerintah bergerak cepat. Setelah pesawat Smart Air ditembaki hingga menewaskan pilot dan kopilot, pengamanan di Bandara Korowai, Papua Selatan, bakal diperkuat.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan penambahan personel TNI dan Polri di lokasi tersebut. Ia menilai selama ini nyaris tak ada kekuatan keamanan yang berjaga di sana.

“Kekuatan ditambah. Di sana karena tidak ada, kelihatannya tidak ada kekuatan tentara dan polisi di situ, maka kita tambah di situ supaya tidak, tidak terulang kejadian seperti tadi kemarin itu,” kata Djamari di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2025).

Djamari belum merinci berapa jumlah pasukan yang akan diterjunkan. Namun ia menegaskan langkah itu untuk mencegah insiden serupa terulang.

Serangan di Korowai terjadi Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT. Pesawat Smart Air yang mengangkut 13 penumpang ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu. Pilot dan kopilot tewas.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyebut evakuasi kru dijadwalkan Kamis (12/2/2026), diawali pengamanan dan olah tempat kejadian perkara oleh tim satgas.

Di hari yang sama, serangan juga terjadi di area PT Freeport Indonesia. Rombongan kendaraan perusahaan itu ditembaki di KM 50, Timika, Papua Tengah. Djamari memastikan aparat melakukan pengejaran.

“Yang di Freeport juga kan dilakukan pengejaran terhadap mereka. Kalau itu juga sudah dievakuasi yang luka maupun yang gugur. Kan sudah semua selesai. Dan kita sedang buru mereka,” ucap dia.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menjelaskan insiden terjadi saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika, bertugas di wilayah tersebut.

“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 area PT FI (Freeport Indonesia) Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” kata Tri dalam keterangan tertulis.

Laporan awal Kodam XVII/Cenderawasih menyebut Serka AC gugur dalam kontak tembak. Sertu H mengalami perdarahan pada hidung. Seorang karyawan PT Freeport berinisial HR terkena luka tembak dan masih dirawat.

Belum reda, sehari kemudian seorang sopir mobil tangki air bersih ditembaki di jalur Poros Dekai menuju Lopon, Yahukimo, Papua, Kamis (12/2/2026).