Dua Malam Maraton di Hambalang: Cara Prabowo ‘Ikat’ Komitmen Konglomerat untuk Rakyat

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 11 Februari 2026 – 09:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2/2026) malam. (Foto: setkab.go.id)

Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2/2026) malam. (Foto: setkab.go.id)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bukit Hambalang mendadak jadi pusat gravitasi ekonomi nasional dalam 48 jam terakhir. Setelah memanggil pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada Senin (9/2/2026) malam, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan ‘diplomasi maraton’ dengan menjamu lima naga bisnis Indonesia pada Selasa (10/2/2026) malam.

Langkah berturut-turut ini mengirimkan pesan yang tak terbantahkan: Prabowo sedang terburu-buru dengan waktu. Ia ingin memastikan bahwa seluruh gerbong modal besar di negeri ini berada dalam satu rel yang sama dengan visi pemerintah, terutama soal penciptaan lapangan kerja dan kemandirian nasional.

Dari Padat Karya ke Industrialisasi Strategis

Jika pada pertemuan dengan Apindo sehari sebelumnya Prabowo menekankan revitalisasi sektor padat karya seperti tekstil dan furnitur, maka dalam pertemuan Selasa malam dengan Prajogo Pangestu, Anthony Salim, Franky Widjaja, Boy Thohir, dan Sugianto Kusuma, pembicaraan naik ke level strategis.

Selama empat jam, dari pukul 19.00 hingga hampir tengah malam, Prabowo tidak hanya menjamu makan malam. Ia menyerap masukan sekaligus ‘menagih’ peran serta aktif para taipan dalam memperkuat kedaulatan pangan dan energi.

“Pembangunan industri jangan hanya jadi angka di atas kertas. Dia harus terasa di piring makan rakyat dan menciptakan peluang kerja yang masif,” demikian inti pesan Presiden dalam pertemuan tersebut.

Bukan Sekadar Profit, Tapi Patriotisme Ekonomi

Yang menarik, para pengusaha papan atas ini tidak hanya datang membawa daftar keluhan, tetapi juga membawa komitmen. Mereka menyatakan dukungan penuh pada sektor-sektor yang menjadi ‘jantung’ program Prabowo:

  • Ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi bangsa.
  • Program makan bergizi untuk memutus rantai stunting.
  • Penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Prabowo secara tegas meminta agar para pengusaha besar tidak melupakan UMKM. Dalam visi ‘Indonesia Incorporated’ yang diusungnya, perusahaan raksasa harus menjadi penghela bagi gerbong-gerbong kecil di bawahnya.

Sinyal Stabilitas dan Kepastian

Kehadiran jajaran inti kabinet seperti Mensesneg Prasetyo Hadi hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo dalam rangkaian pertemuan ini menunjukkan bahwa ini adalah gerak cepat yang terstruktur.

Bagi dunia usaha, intensitas komunikasi langsung dengan Presiden di kediaman pribadinya ini adalah sinyal kepastian hukum dan keamanan investasi. Bagi rakyat, ini adalah janji bahwa mesin ekonomi akan dipaksa bekerja lebih keras demi kesejahteraan umum.