Pulihkan Pertanian Pascabencana Sumatera, Kementan Ajukan Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun

Reyhaanah Medium.jpeg

Rabu, 14 Januari 2026 – 16:09 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (no 3 dari kiri) rapat dengan Komisi IV DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (no 3 dari kiri) rapat dengan Komisi IV DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta tambahan anggaran Rp 5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, meski telah mengoptimalkan alokasi anggaran yang tersedia dalam APBN 2026, kebutuhan Kementan untuk pemulihan pertanian di tiga provinsi yang terdampak bencana, memerlukan dukungan anggaran tambahan, di luar kapasitas yang ada saat ini.

“Kami memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membantu pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi terdampak memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 5,1 triliun,” kata Mentan Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan, kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan upaya pemulihan sektor pertanian yang harus dilakukan secara komprehensif dan mencakup seluruh lokasi pertanian yang terdampak banjir.

Menurut dia, dukungan anggaran tambahan diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan optimal, tanpa mengganggu pelaksanaan program-program prioritas Kementan lainnya, khususnya dalam rangka mencapai dan menjaga swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Untuk itu diperlukan dukungan tambahan anggaran di luar kapasitas yang ada saat ini. Mengingat program-program prioritas lainnya dalam rangka mencapai dan menjaga swasembada pangan yang berkelanjutan harus tetap berjalan,” tutur Mentan Amran.

Adapun usulan tambahan anggaran Rp5,1 triliun tersebut, akan difokuskan untuk sejumlah program pemulihan. Rinciannya meliputi, rehabilitasi sawah Rp3,4 triliun, pemulihan kawasan perkebunan Rp456,4 miliar, bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar, bantuan pakan ternak Rp262,8 miliar, serta pengadaan sarana dan prasarana pertanian Rp674,7 miliar.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lain, sebesar Rp291 miliar.

Mentan Amran pun berharap, dukungan dari pimpinan dan anggota Komisi IV DPR, agar usulan tambahan anggaran tersebut, dapat direalisasikan. Percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, menjadi kunci untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus melindungi mata pencaharian petani di daerah terdampak.

“Kami memohon dukungan Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya pemulihan sektor pertanian,” tutup Mentan Amran.