Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). (Foto: Dok Kemenko IPK).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Saat berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (12/1/2026), Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Momentum ini dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk menggelar rapat terbatas (ratas) yang membahas pembangunan dan pengembangan konsep smart city yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sejumlah kawasan strategis, termasuk infrastruktur dasar, sistem transportasi, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan prinsip kota hijau dan cerdas, menjadi fondasi pembangunan IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
Menko AHY yang hadir dalam ratas itu, mengatakan, pengembangan IKN sebagai smart city, tidak hanya berfokus kepada pemanfaatan teknologi. Namun juga kepada tata kelola pembangunan yang terkoordinasi, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“IKN dirancang sebagai kota yang efisien, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia. Karena itu, orkestrasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh ekosistem pembangunan berjalan selaras,” ujar Menko AHY, dikutip Rabu (14/1/2026).
Lebih lanjut, Menko AHY menyampaikan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait, untuk memastikan pembangunan infrastruktur digital, energi bersih, air, sanitasi, hingga transportasi cerdas, bisa terintegrasi secara optimal.
Sebelumnya, Menko AHY juga mendampingi Presiden Prabowo meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek kilang milik PT Pertamina ini, merupakan tonggak penting bagi implementasi transformasi dan kemandirian energi nasional.
“Proyek RDMP Balikpapan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Menko AHY,
Asal tahu saja, RDMP Balikpapan dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dengan nilai investasi US$7,4 miliar atau setara Rp124 triliun. Proyek ini merupakan modernisasi kilang terbesar di Indonesia, serta salah satu yang paling strategis di Asia Tenggara.
Melalui proyek RDMP ini, kapasitas pengolahan kilang meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari (bph), menjadi 360 ribu bph. Selain itu untuk meningkatkan kualitas produk BBM, dari standar Euro 2 menjadi Euro 5, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.
Menko AHY menekankan, RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita pemerintah.
“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi, sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah. Mulai, LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia,” ucap Menko AHY.











