Tawuran antarwarga kembali pecah di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026) sore. (Foto: Inilah.com/Syahidan)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tawuran antarwarga kembali pecah di kawasan Terowongan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026) sore. Bentrokan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan sempat melumpuhkan akses jalan di bawah JPO Manggarai.
Menurut keterangan warga, keributan bermula dari suara petasan yang terdengar dari arah Jalan Dr. Saharjo menuju Terowongan Manggarai. Sekitar 20 orang terlibat saling serang dengan lemparan batu dan petasan.
Rekaman foto dan video yang beredar memperlihatkan situasi ricuh. Puluhan orang memenuhi badan jalan, bergerak maju-mundur sambil saling melempar batu. Beberapa pelaku terlihat berlari menghindari serangan balasan.
Selain batu dan petasan, sejumlah pelaku tampak membawa kayu dan bambu. Bahkan, sebagian diduga membawa senjata tajam. Ada yang mengenakan helm sebagai pelindung kepala, sementara lainnya menutup wajah dengan masker atau kain.
Kondisi jalanan terlihat basah, dipenuhi serpihan batu dan sisa petasan. Akibat tawuran tersebut, arus lalu lintas di sekitar terowongan sempat tersendat. Kendaraan tak bisa melintas karena badan jalan dikuasai massa. Warga dan pengguna jalan memilih menjauh untuk menghindari bentrokan, meski terlihat satu mobil hitam nekat melintas di tengah kericuhan.
Polisi akhirnya membubarkan tawuran sekitar pukul 16.10 WIB. Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Sementara situasi saat ini aman & kondusif,” kata Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan dalam keterangan tertulis.
Dampak tawuran tak hanya dirasakan di jalan. Pihak KAI Commuter Line Indonesia mengungkap gas air mata yang digunakan polisi ikut terbawa angin hingga mengenai penumpang KRL di Stasiun Manggarai.
“Dapat kami sampaikan adanya gas air mata yang terbawa angin sampai mengenai pengguna Commuter Line di Stasiun Manggarai terkait tawuran di underpass barat Stasiun Manggarai pada Jumat (2/1) sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, saat dihubungi.
Karina menyebut penumpang yang terdampak gas air mata langsung diarahkan ke pos kesehatan stasiun untuk mendapat penanganan awal. Ia memastikan operasional perjalanan KRL tetap berjalan normal.
“Namun demikian pengguna yang terkena efek gas air mata diarahkan petugas ke pos kesehatan Stasiun Manggarai untuk diberikan penanganan pertama. Sedangkan untuk operasional perjalanan Commuter Line juga tidak terganggu atas kejadian tersebut,” ujar Karina.













