Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: ANTARA/HO-Humas Bulog).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sejumlah media melaporkan logistik pangan untuk pengungsi banjir di Aceh mulai menipis. Jika bantuan tidak segera diterima dikhawatirkan pengungsi akan kelaparan.
Pakar pangan, Khudori mengatakan, informasi yang menyebut para pengungsi di Kabupaten Aceh Utara mulai kelaparan, harus menjadi atensi pemerintah pusat. Di mana, menurut Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, hingga hari ke-12 belum ada pejabat yang datang ke daerah. Korban tewas di Aceh Utara hingga Rabu (3/12/2025), mencapai 121 orang. Dan, sebanyak 109 orang belum ditemukan.
“Bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berpotensi besar mengganggu ketahanan pangan daerah. Distribusi pangan yang terlambat karena medan sulit dapat memicu kerawanan pangan, lonjakan harga pangan pokok, dan gejolak sosial,” papar Khudori, Jakarta, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Gejolak sosial yang dikhawatirkan muncul dan meluas, menurut Khudori, antara lain berupa penjarahan minimarket dan gudang Bulog. Meski terdampak bencana, layanan Bulog tetap berjalan.
Dalam konteks bencana di Sumatra kali ini, menurut Khudori, sangat relevan untuk kembali membicarakan pentingnya keberadaan cadangan pangan pemerintah daerah dan cadangan pangan pemerintah desa.
Di mana, UU Pangan Nomor 18/2012 mengatur bahwa cadangan pangan ada tiga macam: cadangan pangan pemerintah (pusat), cadangan pangan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota, dan desa), dan cadangan pangan masyarakat.
“Cadangan ini digunakan untuk mengantisipasi kekurangan ketersediaan pangan, kelebihan ketersediaan, gejolak harga pangan, dan keadaan darurat,” ungkapnya.
Selaras dengan hal itu, lanjutnya, cadangan pangan ini, digunakan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial, dan menghadapi keadaan darurat.
Regulasi turunan telah mengatur lebih detail dan rinci, baik di Peraturan Pemerintah No 17/2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, Perpres 125/2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah maupun di Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) No 15/2023 tentang Tata Cara Penghitungan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah yang kemudian diubah jadi Peraturan Bapanas No. 3/2025.
“Jumlah cadangan beras pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota, dan desa) ditetapkan oleh kepala daerah sesuai kewenangan,” kata Khudori.
Jumlah itu, lanjut Khudori, ditetapkan dengan mempertimbangkan produksi beras di daerah, kebutuhan untuk penanggulangan keadaan darurat di daerah, dan kerawanan pangan di daerah.
“Juga disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah dan potensi sumber daya yang ada di daerah. Pengadaan cadangan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran masing-masing daerah,” pungkasnya.
Bulog Jamin Pangan Aman
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulogm Ahmad Rizal Ramdhani memastikan percepatan distribusi bantuan pangan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir di tiga provinsi tersebut.
“Kami memastikan seluruh jajaran bergerak cepat, responsif, dan bersinergi dengan berbagai pihak agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga,” kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Dia menyampaikan, seluruh upaya tersebut merupakan wujud komitmen Bulog dalam membantu masyarakat terdampak bencana dan memastikan kebutuhan pangan tetap terjaga. “Dalam kondisi darurat seperti ini, tidak ada yang lebih penting selain memastikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Rizal.
Adapun bantuan yang disalurkan Perum Bulog berupa total 1300 kg beras, 60 kg gula, 178 liter minyak, 10 dus mie instan, 10 dus makanan kemasan, dan 600 kotak nasi box yang disalurkan kepada masyarakat terdampak di Padang untuk kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya Sumbar, kata dia, dalam upaya mengatasi dampak bencana banjir yang juga terjadi di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Perum Bulog juga telah menyalurkan bantuan pangan alokasi Oktober-November 2025 kepada masyarakat penerima dengan total 34.302.520 kg beras dan 6.860.504 liter minyak goreng untuk ketiga provinsi tersebut.
Adapun rincian masing-masing provinsi adalah 10.613.640 kg beras dan 2.122.728 liter minyak goreng untuk Provinsi Aceh. Lalu untuk Sumatera Utara telah disalurkan 16.893.920 kg beras dan 3.378.784 liter minyak goreng.












