Banjir lahar Gunung Semeru menerjang Kabupaten Lumajang, Jatim, Sabtu (6/12/2025). (Foto: tangkapan layar)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Warga yang tinggal di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berhamburan ke luar dari rumahnya setelah permukimannya diterjang banjir lahar dingin dari Gunung Semeru, Sabtu (6/12/2025) petang.
Hingga malam ini, warga masih berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang aman di kawasan bukit yang lebih tinggi.
“Warga mengungsi akibat lahar dingin Semeru, sehingga malam ini kami akan mendirikan dapur umum,” kata Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Berdasarkan data yang tercatat, pengungsi di RT 22 sebanyak 35 orang dengan rincian 25 dewasa dan 10 anak-anak, kondisi di pengungsian tersebut tidak ada penerangan, sehingga warga menggunakan senter.
Jumlah warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro 137 kepala keluarga (KK). Lokasi itu di seberang Sungai Regoyo yang dilalui banjir lahar hujan Gunung Semeru.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Danial mengatakan pihaknya masih belum bisa mengakses ke lokasi pengungsian warga Dusun Sumberlangsep karena masih terjadi letusan sekunder di Sungai Regoyo.
“Untuk sementara ini, kami bersama tim hanya bisa memantau jarak jauh karena banjir lahar tersebut menyisakan kepulan asap panas dari letusan sekunder Semeru,” katanya.
Akses keluar masuk warga Dusun Sumberlangsep juga terdampak banjir lahar hujan disertai material Gunung Semeru, sehingga ratusan warga yang mengungsi ke perbukitan di dusun setempat dalam situasi terisolasi.
“Petugas belum bisa melakukan asesmen di lokasi terdampak banjir lahar Semeru karena akses menuju ke Dusun Sumberlangsep tidak memungkinkan dan berbahaya, sehingga petugas hanya bisa berkomunikasi dengan warga yang mengungsi melalui WhatsApp,” ujarnya.
Berdasarkan data Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami satu kali getaran banjir dengan amplitudo 40 mm selama 7.950 detik dan 11 kali gempa guguran.










