Rosan ‘Sekak’ Menkeu Purbaya soal Investasi Berantakan: Faktanya Sudah Sesuai Target

Clara Medium.jpeg

Selasa, 2 Desember 2025 – 16:17 WIB

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani membantah pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait investasi Indonesia yang masih berantakan.

Rosan mengaku menerima masukan dari Menkeu Purbaya terkait investasi, namun jika berbicara mengenai statistik dia menekankan bahwa jumlah investasi di Indonesia hampir sesuai target.

“Realisasi investasi Januari sampai September ini sesuai dengan target dari kami maupun dari Bappenas yang diberikan kepada kami pencapaiannya sudah 75,3 persen atau lebih dari Rp1.400 triliun dari target Rp1.900 triliun,” ujar Rosan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

CEO BPI Danantara itu juga mengungkapkan mendapatkan berbagai masukan positif dari para investor baik dalam dan luar negeri. Salah satunya soal kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah mengenai kemudahan investasi di Indonesia lewat PP nomor 28 tahun 2025.

“Yang dimana itu malah memberikan kepastian dari persoalan perizinan yang dimana sekarang yang kita bilang dengan fiktif positif,” kata dia.

Rosan menyampaikan, lewat PP tersebut pihaknya telah menerbitkan 153 perizinan investasi bagi perusahaan di berbagai sektor.

Adapun prosedur fiktif positif ini dapat dijalankan ketika terjadi permohonan izin yang tak ditanggapi dalam jangka waktu tertentu. Kemudian, lewat prosedur ini, izin tersebut dianggap telah disetujui secara otomatis.

“Kurang lebih ada 18 Kementerian dan sudah ada target jangka waktunya atau service level agreement yang disepakati itu tidak ditepati, jadi otomatis kami bisa mengeluarkan perizinannya. Nah ini kan juga suatu policy yang direspons sangat positif baik dalam maupun luar negeri. Jadi itu fakta yang ada,” tuturnya.

Dia pun membantah pernyataan Purbaya jika investasi di Indonesia berantakan. Bahkan, kata dia kebijakannya tersebut mendapatkan apresiasi dari para investor.

“Kan saya bicara fakta dan statistik, saya selalu bicara seperti itu. Dan itu adalah yang saya sampaikan, dua-duanya fakta, statistik dan inisiatif, kebijakan eksternal yang sudah saya lakukan. Jadi kan itu suatu hal yang positif dan diapresiasi oleh para investornya dalam maupun luar negeri,” tegas dia.

Topik
Komentar