Urusan Sengketa Investasi, Purbaya Ngaku Secerdik Abu Nawas

Clara Medium.jpeg

Selasa, 2 Desember 2025 – 04:00 WIB

 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Inilah.com/Clara).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Inilah.com/Clara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di hadapan para pelaku usaha, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan membuka pusat pengaduan bisnis yang bisa langsung diakses pengusaha. Langkah ini, menurutnya, menjadi upaya memperbaiki iklim investasi yang kerap tersendat oleh berbagai persoalan di lapangan.

Purbaya menyebut dirinya bukan orang baru dalam urusan sengketa investasi. Ia mengaku pernah menangani ratusan perkara serupa sepanjang 2016 hingga 2019.

“Jadi teman-teman nanti kalau ada masalah bisnis, lapor ke tempat saya, nanti saya umumkan besok mungkin lapornya kemana, nanti akan kita bereskan. Kalau ada yang ragu, Purbaya emang tahu hukum apa. Memang dia bisa jadi hakim? Saya sudah menyidangkan mungkin 600 kasus, 600 sidang terus-terusan selama itu, selama 3 tahun itu,” ujar Purbaya dalam Rapimnas Kadin di Park Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Dengan nada bercanda, Purbaya menyamakan dirinya dengan tokoh fiksi cerdik Abu Nawas. Ia mengatakan kini mampu menilai siapa yang jujur dan siapa yang berbelit.

“Saya kemampuan hakimnya udah setingkat Abu Nawas. Dulu ada cerita, Abu Nawas disuruh meriksa oleh Raja, ini orang yang mana yang baik, yang mana yang nipu, yang mana yang enggak. Dia panggil, dia ambil kuda kan, kudanya dikasih minyak, terus orang-orang disuruh pegang itu, masukin karung tutup disuruh pegang,” kata dia.

“Yang bersalah nggak berani megang, yang nggak bersalah dia pegang. Kan habis itu salaman dengan Abu Nawas. Dia tahu yang tangannya basah karena minyak, orangnya jujur, yang tangannya kering, itulah pendosanya,” tambahnya.

Purbaya lalu menyinggung pengalaman serupa saat menjabat Wakil Ketua Debottlenecking di Kemenko Perekonomian, Maritim, dan Polhukam. Ketika itu, kata dia, ada hampir dua ratus perkara investasi yang berhasil ia tuntaskan.

“Kalau saya nggak gitu, saya nggak kasih minyak. Tapi dengan jalannya waktu, setiap sidang kan salaman tuh. Mungkin 20 sidang sudah tahu siapa yang bersalah, tangannya dingin. Yang nggak bersalah, hangat. Lama-lama kita tahu yang ini salah ini. Saya punya anak buah polisi, oke lu periksa orang itu. Betul, dia yang bersalah. Jadi saya sudah setingkat Abu Nawas,” jelasnya.

Topik
Komentar