FIFA Bongkar Skandal ‘Paspor Kilat’ Malaysia: 5 Pemain Naturalisasi Dapat Kewarganegaraan dalam Sehari

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 21 November 2025 – 17:15 WIB

Pemain naturalisasi timnas Malaysia. (Foto: X/@FAM_malaysia)

Pemain naturalisasi timnas Malaysia. (Foto: X/@FAM_malaysia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengungkap fakta mengejutkan terkait skandal pemalsuan dokumen naturalisasi yang menjerat Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Dalam dokumen keputusan Komite Banding setebal 64 halaman yang dirilis FIFA, terungkap bahwa lima dari tujuh pemain “keturunan” (heritage players) yang terlibat kasus ini mendapatkan paspor Malaysia pada hari yang sama saat mereka mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Fakta ini tertuang dalam putusan Komite Banding tertanggal 3 November yang menolak banding FAM dan ketujuh pemain tersebut.

Pada halaman tujuh dokumen itu, FIFA merinci tanggal pengajuan aplikasi kewarganegaraan. Gabriel Palmero mengajukan pada 17 Maret, Hector Hevel pada 18 Maret, dan Facundo Garces pada 1 Juni. Sementara itu, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal mengajukan aplikasi serentak pada 3 Juni.

Kejanggalan muncul pada halaman delapan, di mana FIFA membeberkan tanggal persetujuan paspor.

“Aplikasi Hector Hevel, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal disetujui pada hari yang sama saat diajukan,” tulis laporan FIFA.

dokumen palsu malaysia

Artinya, Hevel menerima paspor pada 18 Maret, sementara empat pemain lainnya menerima paspor pada 3 Juni.

Dua pemain lainnya juga mendapatkan persetujuan super cepat. Gabriel Palmero menerima paspor hanya satu hari setelah pengajuan (18 Maret), sedangkan Facundo Garces hanya menunggu dua hari (disetujui 3 Juni).

Dokumen Palsu Keturunan

Investigasi FIFA menemukan bahwa dokumen yang diserahkan FAM mengklaim kakek-nenek para pemain tersebut lahir di wilayah Malaysia. Namun, catatan sipil yang diperoleh langsung dari Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda membuktikan bahwa ketujuh pemain itu sebenarnya lahir di luar negeri dan tidak memiliki darah Malaysia.

Atas pelanggaran berat ini, Komite Disiplin FIFA pada September lalu telah menjatuhkan denda kepada FAM sebesar CHF 350.000 (sekitar Rp6,3 miliar atau RM 1,9 juta).

Sementara itu, ketujuh pemain yang terlibat masing-masing didenda CHF 2.000 (sekitar Rp36 juta) dan dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.

Topik
Komentar