Austria kembali ke Piala Dunia setelah 28 Tahun Menunggu. (Foto: Getty image)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Austria memastikan diri kembali ke putaran final Piala Dunia setelah menahan imbang Bosnia-Herzegovina 1-1 pada laga terakhir Grup H Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Ernst Happel, Vienna, Selasa (18/11) waktu setempat.
Satu poin di kandang cukup mengantar mereka finis sebagai pemuncak klasemen dengan 19 poin dari delapan pertandingan dan mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun.
Hasil ini menjadi tonggak penting bagi sepak bola Austria. Terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia adalah pada edisi 1998. Kini, tim asuhan Ralf Rangnick memastikan tiket langsung tanpa harus menghadapi playoff, melengkapi daftar keikutsertaan mereka yang sebelumnya terjadi pada 1934, 1954, 1958, 1978, 1982, 1990, dan 1998.
Laga sendiri berjalan menegangkan, terutama bagi tuan rumah. Bosnia tampil efektif sejak awal dan mencuri keunggulan pada menit ke-12 melalui Haris Tabakovic yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Austria. Gol dini itu sempat membungkam publik Vienna dan membuat tekanan semakin besar kepada skuad Rangnick.
Austria berusaha membalas cepat. Mereka sempat merayakan gol pada menit ke-43 lewat Konrad Laimer, tetapi selebrasi itu dipatahkan VAR karena terjadi pelanggaran dalam proses buildup. Babak pertama ditutup dengan kekecewaan pendukung tuan rumah, sementara Bosnia menjaga asa untuk mengamankan kemenangan dan memberi tekanan ketat di klasemen.
Gelombang serangan Austria akhirnya berbuah hasil pada menit ke-77. Michael Gregoritsch berada di posisi tepat untuk menyambar bola rebound dan menjebol gawang Bosnia, menyamakan skor sekaligus mengembalikan kendali pertandingan ke tangan tuan rumah. Gol itu menjadi momen penting yang memberi Austria kelegaan dan memastikan mereka tidak tergelincir pada laga penentu.
Pada sisa pertandingan, kedua tim sama-sama mencoba mencari gol kemenangan, namun duel fisik dan tempo permainan yang meningkat membuat skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Bosnia harus puas finis sebagai runner-up dengan 17 poin dan melangkah ke babak playoff demi memperebutkan satu tiket tersisa menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bagi Austria, malam di Vienna berubah menjadi perayaan. Skuad Rangnick menutup kampanye kualifikasi dengan konsisten dan disiplin—dua hal yang menjadi fondasi kembalinya mereka ke panggung Piala Dunia setelah hampir tiga dekade menunggu.














