Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan tanggapannya terkait aksi wonderkid andalannya, Lamine Yamal, yang mengibarkan bendera Palestina saat parade bus terbuka perayaan gelar juara Liga Spanyol (LaLiga). Flick menilai bahwa sang pemain sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusannya sendiri.
Sebelumnya, pemain sayap berusia 18 tahun tersebut tertangkap kamera memegang dan mengibarkan bendera Palestina saat bus tim menyusuri jalanan kota Barcelona pada hari Senin lalu.
Yamal, yang merupakan seorang Muslim dan memiliki darah keturunan Maroko dari sang ayah, juga membagikan potret dirinya saat memegang bendera tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Menanggapi insiden yang menjadi sorotan tersebut, Hansi Flick menyatakan bahwa ia menghormati keputusan pribadi pemainnya.
“Saya biasanya tidak menyukai hal ini,” ungkap Flick dalam konferensi pers pada hari Selasa (12/5) waktu setempat.
“Saya telah berbicara dengannya. Saya katakan jika dia menginginkan ini, itu adalah keputusannya. Dia sudah cukup umur. Dia berusia 18 tahun.”
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah merayakan keberhasilan tim meraih gelar liga berturut-turut (back-to-back) bersama para penggemar. Berdasarkan laporan otoritas setempat, diperkirakan hampir 750.000 orang turun ke jalan untuk merayakan pencapaian skuad Blaugrana.
“Kami bermain sepak bola dan Anda dapat melihat apa yang diharapkan orang-orang dari kami,” tambah Flick.
“Kami bermain sepak bola untuk membuat orang bahagia. Bagi saya, ini adalah hal pertama yang harus kami lakukan.”
Konteks Global dan Masa Depan Lamine Yamal
Aksi solidaritas yang ditunjukkan oleh Yamal ini bertepatan dengan meluasnya kecaman global terhadap Israel atas krisis kemanusiaan yang terjadi akibat perang di Gaza. Gelombang protes tersebut juga telah merambat ke berbagai ajang olahraga seperti sepak bola, balap sepeda, hingga bola basket.
Spanyol bahkan menjadi satu dari lima negara yang memboikot kontes lagu Eurovision tahun ini sebagai bentuk penolakan atas keikutsertaan Israel.
Terlepas dari aksinya di luar lapangan, Lamine Yamal saat ini secara luas diakui sebagai salah satu pemain terbaik di dunia dan diproyeksikan menjadi penerus era bintang besar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Meski sempat absen akibat cedera saat Barcelona mengunci gelar juara melawan Real Madrid pada hari Minggu lalu, Yamal diharapkan akan pulih dan menjadi salah satu pemain kunci bagi Timnas Spanyol di ajang Piala Dunia pada bulan Juni dan Juli mendatang.
Spanyol dijadwalkan akan memulai kampanye mereka di Grup H melawan Tanjung Verde pada 15 Juni, sebelum melanjutkan laga melawan Arab Saudi dan Uruguay.









