Ilustrasi. WFH (Foto: istock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam seminggu dinilai efektif meningkatkan keseimbangan hidup (work life balance) tanpa mengganggu produktivitas. Namun, kebijakan ini tidak secara otomatis menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Pakar kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, menyebut WFH terbatas sebagai bagian dari transformasi budaya kerja nasional.
“WFH satu hari dalam seminggu tidak akan mengganggu produktivitas secara signifikan. Bahkan dapat meningkatkan kepuasan kerja karena work life balance,” ujar Bonti, dikutip Jumat (3/4/2026).
Menurut Bonti, dari sisi operasional kantor, penghematan memang bisa terjadi pada sektor penggunaan listrik. Dengan asumsi 20-30% tenaga kerja melakukan WFH, konsumsi listrik perkantoran diprediksi menurun cukup besar.
Namun, ia memberikan catatan khusus terkait konsumsi BBM. Penghematan bahan bakar tidak otomatis terjadi karena adanya kemungkinan pegawai tetap bepergian untuk urusan pribadi meski sedang menjalankan jadwal WFH.
“Tanpa itu (transportasi publik yang terintegrasi), penghematan di hari kerja bisa terbayar oleh peningkatan mobilitas saat akhir pekan,” jelasnya.
Bonti juga menyoroti tantangan pada sektor layanan publik yang belum sepenuhnya terdigitalisasi. Ia mendorong pemerintah mempercepat penerapan konsep integrated digital work (IDW) agar kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap terpantau dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Efisiensi biaya operasional hasil dari pengurangan aktivitas kantor ini disarankan dialihkan untuk investasi teknologi. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












