Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/8/2025). (Foto: Clara/Dok TVParlemen).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan, volume transaksi pembayaran digital mengalami pertumbuhan 40,35 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Februari 2026.
“Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar transaksi atau tumbuh 40,35 persen yoy pada Februari 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2026 ini, disebut tetap tinggi berkat dukungan sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy), dan 22,16 persen (yoy).
Termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus tumbuh tinggi mencapai 133,2 persen (yoy). Kinerja positif tersebut didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Melihat dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.092 triliun pada Februari 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) tercatat sebanyak 0,76 juta transaksi atau melambat 5,33 persen yoy, di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 9,19 persen (yoy) mencapai Rp16.105 triliun pada Februari 2026.
“Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,78 persen (yoy) menjadi Rp1.287 triliun pada Februari 2026,” kata Perry.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













