Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi, melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, di Astana. Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat sinergi global menghadapi krisis air yang kian mengancam stabilitas regional dan dunia.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman, mengungkapkan bahwa kunjungan Retno pada pertengahan April ini disambut dengan antusiasme tinggi. Selain misi PBB, pertemuan tersebut juga mempertebal hubungan bilateral kedua negara.
“Indonesia kini menjadi standar terbaik bagi Kazakhstan dalam melaksanakan komitmen internasional terkait pengelolaan dan penyelamatan air. Ini adalah bukti nyata kepemimpinan Indonesia di panggung global,” ujar Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2026).
Warisan World Water Forum Bali
Pengakuan dunia terhadap Indonesia bukan tanpa alasan. Keberhasilan penyelenggaraan The 10th World Water Forum di Bali pada Mei 2024 silam menjadi titik balik penting. Forum yang dihadiri 160 negara tersebut sukses merumuskan langkah nyata pengelolaan air yang berkelanjutan.
Pencapaian luar biasa di Bali inilah yang kemudian mengantarkan Retno Marsudi dipercaya oleh Sekjen PBB sebagai ujung tombak diplomasi air dunia. Kazakhstan sendiri terlibat aktif dalam forum tersebut melalui kehadiran Duta Besar Khusus Air Zulfiya Sulaimenova.
Air Sebagai Aset Strategis
Dalam dialog di Astana, Presiden Tokayev menegaskan bahwa sumber daya air bukan sekadar komoditas, melainkan aset strategis bagi Kazakhstan. Isu ini berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan keamanan jangka panjang di kawasan Asia Tengah.
Tokayev juga mendorong penguatan kerangka kerja internasional yang lebih solid di bawah naungan PBB. Salah satu inisiatif yang ia tawarkan adalah pembentukan organisasi air internasional untuk memastikan penggunaan sumber daya air dilakukan secara rasional dan terkoordinasi.
Menuju Agenda Besar 2026
Fokus diplomasi air kini tertuju pada Konferensi Air PBB yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pada Desember 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi platform kunci bagi komunitas internasional untuk menyepakati pendekatan terpadu terhadap tantangan air global.
Selain membahas misi PBB, kunjungan ini juga membawa kabar penting bagi politik dalam negeri. Presiden Tokayev dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta tahun ini untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Kunjungan ini memperkuat hubungan bilateral kita, tidak hanya pada isu air dan perubahan iklim, tetapi juga mempererat kerja sama antarkepala negara,” pungkas Fadjroel.













