Bunga Sakura di Taman Hirosaki, Jepang .(Foto: Prefektur Aomori)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Jepang masih menjadi magnet kuat bagi wisatawan asal Indonesia. Namun, penumpukan turis di kota-kota populer seperti Tokyo, Osaka, dan Sapporo mulai menjadi perhatian serius.
Manajer Pemasaran Japan Airlines (JAL), Benny Herlian, mengungkapkan bahwa destinasi-destinasi “segitiga emas” tersebut kini sangat padat karena tidak hanya diminati oleh turis Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara dari seluruh dunia.
“Jadi itu masih favorit dan sayangnya, itu juga favorit untuk seluruh wisatawan, bukan dari Indonesia saja, orang barat pun juga suka,” ujar Benny dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Benny juga menyoroti kondisi di Kyoto dan Chiba. Kota yang menawarkan daya tarik budaya dan sejarah seperti Kyoto kini sering kali penuh sesak, membuat pengalaman berwisata menjadi kurang nyaman karena antrean panjang.
“Di sana (Kyoto) orangnya penuh, antre, padahal banyak banget yang masih bisa dieksplorasi,” tambahnya.
Rekomendasi Destinasi Alternatif: Aomori dan Akita
Melihat karakter wisatawan Indonesia yang gemar mencoba atraksi baru dan mengeksplorasi hal-hal unik, Benny menyarankan untuk mulai melirik wilayah lain yang belum terlalu terekspos (underrated).
Ia merekomendasikan wilayah Tohoku di Jepang bagian utara, khususnya Prefektur Akita dan Aomori. Kedua wilayah ini menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dan pengalaman budaya yang otentik tanpa harus berdesak-desakan.
“Jepang itu luas, ada beberapa prefektur untuk dieksplorasi,” kata Benny. Salah satu aktivitas menarik yang dicontohkannya adalah kegiatan memetik apel langsung di kebun-kebun Aomori, yang dikenal sebagai penghasil apel terbaik di Jepang.
Benny menegaskan bahwa Jepang tetap menjadi negara yang aman, nyaman, dan memiliki aksesibilitas serta sarana pendukung pariwisata yang sangat baik bagi pelancong Indonesia, ke mana pun tujuan mereka.














