Trump Klaim Deal Dagang Fantastis dengan Xi, China Bakal Borong 200 Boeing

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah mencapai sejumlah kesepakatan dagang besar dengan Presiden China Xi Jinping dalam rangkaian pertemuan hari kedua di Beijing, Jumat (15/5/2026).

Trump menyampaikan pernyataan itu saat dialog bilateral berlangsung di kompleks Zhongnanhai, pusat kepemimpinan Partai Komunis China. Namun, dia belum memerinci isi kesepakatan yang dimaksud.

“Kami membahas begitu banyak hal lain kemarin dan kami sepertinya sudah saling sepakat,” kata Trump.

Pernyataan Trump muncul di tengah spekulasi bahwa China akan meningkatkan pembelian komoditas pertanian dari Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan dagang kedua negara.

Selain isu perdagangan, Trump menyebut dirinya dan Xi memiliki pandangan serupa terkait konflik Iran dan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.

Xi Jinping menyambut langsung Trump dalam pertemuan yang disebutnya sebagai momen “bersejarah”. Diskusi keduanya dilanjutkan hingga jamuan makan siang.

Sebelumnya, pada Kamis (14/5), Trump dan Xi telah menggelar pembicaraan lebih dari dua jam membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan, Taiwan, hingga perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan China setuju membeli 200 pesawat Boeing buatan AS.

Dia juga menyebut Xi menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz serta berjanji tidak akan memasok peralatan militer kepada Iran.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menegaskan pentingnya pembukaan jalur pelayaran internasional sesegera mungkin demi menjaga stabilitas rantai pasok global.

Beijing juga menyatakan siap terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong dialog damai dan menjaga stabilitas Timur Tengah.

Dalam wawancara yang sama, Trump menyebut hubungan AS dan China sebagai “G2” karena keduanya merupakan negara besar yang memiliki pengaruh global.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington dan Beijing tengah membahas pembentukan badan investasi bersama untuk sektor-sektor non-sensitif.

Meski bersaing ketat dalam pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI), AS dan China disebut sepakat menyusun protokol bersama demi pengembangan AI yang aman.

Dalam lawatan ke China kali ini, Trump turut didampingi sejumlah bos perusahaan teknologi besar AS seperti Elon Musk dari Tesla, Jensen Huang dari Nvidia, dan Tim Cook dari Apple.

Sebelumnya, Perdana Menteri China Li Qiang juga bertemu para pelaku bisnis AS dan menegaskan komitmen Beijing terhadap keterbukaan ekonomi serta mendorong lebih banyak perusahaan AS masuk ke pasar China.

Hubungan dagang AS-China sendiri sempat memanas sebelum kedua negara sepakat melakukan gencatan perang dagang dalam pertemuan di Korea Selatan pada Oktober 2025.

Saat itu, kedua negara saling mengenakan tarif impor tinggi hingga ratusan persen. Kesepakatan sementara yang dicapai juga mencakup penundaan pembatasan ekspor komoditas tanah jarang China yang penting bagi industri teknologi tinggi dan pertahanan.