Trauma Blackout Bali dan Sumatera, FKBI Soroti Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa

Fenomena pemadaman listrik bergilir di banyak daerah di Pulau Jawa, jelas menggelisahkan warga sebagai konsumen listrik. Apalagi, beberapa waktu lalu, ada preseden pemadaman total alias blackout di Pulau Sumatera. Pada Mei 2025 juga terjadi blackout di Pulau Bali.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi mengatakan, penjelasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PLN tentang pemadaman tidak dipicu oleh dugaan pasokan batu bara yang menipis, belum memberikan kepastian musababnya.

“Saya kira, Kementerian ESDM harus tunjukkan kepada publik bahwa memang stok batu bara cukup, tidak ada gangguan pasokan maupun distribusi.” kata Tulus di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kalaupun itu terdapat gangguan mekanik di salah satu pembangkit PLN, menurut Tulus, seharusnya pemerintah akui. Jelaskan dengan gamblang, kapan bisa dibereskan.  

“Pemerintah dan manajemen PLN harus secara cepat dan akurat memitigasi agar kejadian di Sumatera dan Bali, tidak menjalar ke Pulau Jawa. Sebab jika terjadi blackout di Pulau Jawa, maka bisa mengganggu urat nadi ekonomi nasional. Mengingat Jawa adalah episentrum ekonomi Indonesia,” terangnya.

Bantahan KESDM

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia membantah isu yang menyebut pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dipicu menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit milik PT PLN (Persero).

Disebutkan bahwa pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional masih dalam kondisi aman. Gangguan listrik yang terjadi belakangan ini, disebabkan faktor teknis. Jadi tidak ada kaitannya dengan ketersediaan energi primer.

“Tidak ada pasokan batu bara yang menipis yang pasti. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang,” ujar Anggia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia juga membantah berbagai spekulasi yang beredar mengenai potensi pemadaman listrik bakal lebih luas, akibat terganggunya pasokan energi ke PLN. “Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman dan lain-lain, itu tidak benar, dipastikan tidak benar,” imbuhnya.

Anggia mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional tetap terjaga. Langkah antisipatif juga dilakukan agar gangguan teknis yang sempat terjadi tidak kembali terulang di kemudian hari.

Di sisi lain, PT PLN (Persero) meminta maaf kepada masyarakat imbas pemadaman listrik di beberapa wilayah di Jawa Barat mulai dari Bogor, Bekasi hingga Bandung. Pemadaman dilakukan bergilir imbas pemeliharaan sistem.

Permintaan maaf disampaikan perseroan melalui pengumuman resmi melalui media sosial resmi PLN pada Rabu (10/6). “Mohon maaf atas pemadaman karena pemeliharaan sistem kelistrikan yang terjadi,” tulis PLN di surat yang diunggah.

Setidaknya ada 14 daerah di Jawa Barat yang terdampak pemadaman listrik bergilir Rabu kemarin, mulai dari Bogor, Bandung, Bekasi, hingga Sukabumi.