Terjawab, Ini Alasan PBSI Coret Raymond/Joaquin dari Skuad SEA Games 2025

Haris Medium.jpeg

Rabu, 3 Desember 2025 – 16:10 WIB

Raymond/Joaquin jadi juara di Australian Open 2025 (Foto:X/@INABadminton)

Raymond/Joaquin jadi juara di Australian Open 2025 (Foto:X/@INABadminton)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PBSI akhirnya menjelaskan alasan pencoretan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari daftar pemain SEA Games 2025. Keputusan itu sempat menimbulkan tanda tanya karena terjadi tidak lama setelah duet muda tersebut membuat kejutan besar dengan menjuarai Australia Open 2025, turnamen berlevel Super 500.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa perubahan komposisi pemain tidak dipicu hasil Australia Open. Menurutnya, rotasi tersebut sudah diputuskan jauh sebelum turnamen di Sydney itu berlangsung.

“Jauh, jauh sebelum Australia Open. Jujur, kita belum rilis karena ada proses yang harus dilakukan antara NOC ke THASOC, Panitia Pelaksana di sana,” ujar Eng Hian di Pelatnas Cipayung, Rabu (3/12/2025). “Butuh proses panjang, dan itu dilakukan jauh sebelum Australia Open.”

Ia menjelaskan bahwa Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memang telah masuk rencana awal. Pengumuman baru dilakukan belakangan karena PBSI harus menunggu proses administrasi dari panitia SEA Games Thailand dan panitia pertandingan bulutangkis.

Situasi tersebut membuat peluang mengajukan perubahan baru menjadi mustahil. Bahkan, PBSI tidak bisa memasukkan pelatih Hendra Setiawan untuk mendampingi Sabar/Reza di Bangkok.

“Untuk proses penggantian lagi sudah tidak mungkin. Kemarin kita mau masukin pelatihnya Sabar/Reza aja sudah enggak bisa,” kata Eng Hian. “Kalau itu bisa, tentunya Raymond/Joaquin pasti bisa. Tapi memang prosesnya tidak mudah dan waktunya tidak cukup.”

Eng Hian memahami respons publik yang mempertanyakan keputusan PBSI, mengingat performa menawan Raymond/Joaquin di Australia Open 2025. Namun ia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berkaitan dengan hasil pertandingan mana pun, melainkan murni soal administrasi dan timeline pendaftaran.

“Kami juga sudah melakukan usaha untuk merubah. Kami sudah diskusi dengan para pelatih ganda putra, dan prosesnya memang seperti ini,” tuturnya.

Raymond/Joaquin sebelumnya mencuri perhatian besar dengan mengalahkan senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di final Australia Open 2025. Gelar Super 500 itu menjadi pencapaian terbesar dalam karier keduanya sejauh ini.

Selain mengganti pasangan ganda putra, PBSI juga melakukan koreksi di sektor tunggal putri. Gregoria Mariska Tunjung resmi masuk skuad menggantikan Thalita Ramadhani Wiryawan.

Dengan kondisi administrasi yang tidak lagi bisa diubah, PBSI kini fokus memaksimalkan pemain yang telah terdaftar. Sabar/Reza akan menjalani debut SEA Games mereka dengan membawa harapan baru untuk sektor ganda putra Indonesia.

Topik
Komentar