Teknologi Sampah Nusa Kambangan Dinilai Bisa Jadi Solusi Nasional

Diana Medium.jpeg

Minggu, 26 April 2026 – 03:25 WIB

Ilustrasi. Sejumlah pekerja mengoperasikan mesin pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). (Foto: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/Spt).

Ilustrasi. Sejumlah pekerja mengoperasikan mesin pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta, Selasa (25/2/2025). (Foto: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/Spt).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik mendorong pemerintah mempertimbangkan penerapan sistem pengelolaan sampah yang disebutnya telah berjalan efektif di Pulau Nusa Kambangan. 

Ia menilai, persoalan sampah di berbagai daerah sudah berada pada tahap serius dan membutuhkan solusi yang cepat serta efisien.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan di wilayah tersebut bisa menjadi salah satu alternatif untuk diterapkan lebih luas di Indonesia.

“Alangkah baiknya, Kementerian Lingkungan Hidup berkunjung ke Pulau Nusa Kambangan. Di sana sekarang sudah tidak ada sampah,” ujar Jamaludin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, teknologi pengolahan sampah di lokasi tersebut dinilai sederhana, tidak membutuhkan biaya besar, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan. Prosesnya juga disebut tidak menimbulkan dampak pencemaran.

“Ini teknologi murah, ramah lingkungan, dan hasil dari pembakaran sampah itu tidak menjadi polusi udara, tidak menjadi polusi tanah, tidak menjadi polusi air,” kata dia.

Selain mengurangi timbunan sampah, ia menyebut sistem tersebut juga menghasilkan manfaat tambahan bagi lingkungan.

“Bahkan menjadi solusi untuk pupuk dan untuk netralisir air tambak,” sambungnya.

Jamaludin mengaku telah melihat langsung penerapan sistem tersebut saat berkunjung ke Pulau Nusa Kambangan beberapa bulan lalu. Dari pengamatannya, pengelolaan sampah di wilayah yang dikenal sebagai kawasan lembaga pemasyarakatan itu berjalan cukup efektif.

Pulau Nusa Kambangan yang identik dengan sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) justru dinilainya mampu menunjukkan pengelolaan lingkungan yang baik.

“Bagaimana Pulau Nusa Kambangan yang terkenal seram dan ada 11 lapas di sana, hebatnya tidak ada sampah sama sekali,” jelasnya.

Ia berharap Kementerian Lingkungan Hidup dapat segera menindaklanjuti dan mempertimbangkan adopsi teknologi tersebut di berbagai daerah sebagai solusi cepat penanganan sampah nasional.

“Ini teknologi murah dan menjadi solusi cepat. Ketika dikerjakan bulan depan sudah bisa beroperasi,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang