Tambak Raksasa KKP di Waingapu Siap Panen 52.000 Ton Udang per Tahun!

Ivan Medium.jpeg

Rabu, 1 April 2026 – 20:00 WIB

Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. KKP)

Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. KKP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah memacu pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi skala besar di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek ambisius senilai Rp7,2 triliun ini diproyeksikan menjadi modeling tambak udang terbesar di Indonesia, sekaligus menandai pergeseran pusat industri perikanan budidaya ke luar Pulau Jawa.

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono melalui Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan bahwa proyek ini menempati lahan seluas 2.150 hektare—setara dengan 2.150 lapangan sepak bola. Per 31 Maret 2026, proses fisik berupa pembentukan petakan-petakan kolam telah dimulai di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka.

“Kami melakukan percepatan atas instruksi Presiden Prabowo. Meski kontrak awal berdurasi tiga tahun, kami dorong agar tuntas dalam dua tahun sehingga tahun depan sudah ada klaster yang bisa dioperasionalkan,” ujar Haeru dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Skala Masif dan Fasilitas Terintegrasi

Besarnya skala proyek ini terlihat dari pembagian zona fungsional yang sangat luas. Kawasan budidaya inti mencakup 723 hektare yang terdiri dari 12 klaster kolam pemeliharaan. Untuk mendukung operasional raksasa ini, dibangun jaringan pipa intake air laut seluas 62 hektare, tandon penyimpanan 46 hektare, serta kawasan industri pendukung seluas 60 hektare.

Tidak hanya fokus pada produksi, aspek lingkungan juga ditangani dalam skala besar. KKP menyiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) seluas 60 hektare yang menggunakan pendekatan mekanik, biologi, dan kimia guna memastikan limbah budidaya tidak mencemari ekosistem laut. Selain itu, terdapat kawasan penghijauan seluas 339,4 hektare sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.

Target Produksi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mampu memproduksi hingga 52.000 ton udang per tahun.

Proyek ini menjadi salah satu andalan pemerintah untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memperkuat ekspor komoditas perikanan. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb. Haeru Rahayu, mengatakan proyeksi produksi tersebut didasarkan pada penerapan standar budidaya terbaik di kawasan tambak.

“Jadi kalau hitung-hitungan kami dalam satu tahun itu bisa sekitar 52.000 ton udang yang bisa dihasilkan dari Waingapu ini,” ujar Haeru di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Ramah Lingkungan

Proyek ini menerapkan sistem design and build untuk menjaga fleksibilitas desain di lapangan. Praktik akuakultur modern seperti biosekuriti ketat, penggunaan benih dan pakan bermutu, serta monitoring kualitas air secara berkala akan diterapkan di seluruh area.

Mengingat luasnya lahan, KKP juga membuka peluang pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui panel surya untuk menekan biaya operasional. Lokasi pembangunan dipastikan berada di areal terbuka tidak produktif, bukan di kawasan konservasi maupun hutan lindung, guna menjamin keseimbangan ekologi di Sumba Timur.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang