Penguatan literasi digital dan budaya verifikasi informasi dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan Papua yang lebih inklusif dan berbasis data. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), masyarakat didorong semakin kritis dalam menyaring informasi sebelum membagikannya di ruang digital.
Direktur Media Seputar Papua, Misbah Latuapo, mengatakan kemampuan memverifikasi informasi merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Menurutnya, tanggung jawab menjaga kualitas informasi tidak hanya berada di tangan jurnalis, tetapi juga seluruh pengguna media sosial.
“Di era digital saat ini, budaya verifikasi harus menjadi kebiasaan bersama. Setiap informasi perlu dipastikan kebenarannya sebelum disebarluaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dampak negatif di tengah masyarakat,” kata Misbah.
AI Permudah Akses Informasi, Verifikasi Tetap Diperlukan
Menurut Misbah, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, telah mempermudah masyarakat memperoleh berbagai informasi dalam waktu singkat. Namun, ia mengingatkan bahwa hasil yang dihasilkan teknologi AI tetap harus diverifikasi melalui sumber-sumber yang kredibel.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijak dengan tetap mengedepankan sikap kritis, ketelitian, dan kebiasaan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Teknologi dapat membantu mempercepat akses informasi, tetapi proses verifikasi tetap menjadi tanggung jawab pengguna agar informasi yang beredar tetap akurat,” ujarnya.
Advokasi Publik Harus Bertumpu pada Data
Misbah menilai penguatan literasi digital juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas advokasi publik di Papua.
Ia mendorong organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat sipil, akademisi, maupun berbagai kelompok masyarakat untuk membangun advokasi berdasarkan riset yang kredibel, data yang valid, dan komunikasi publik yang bertanggung jawab.
Dengan pendekatan tersebut, berbagai masukan kepada pemerintah diharapkan lebih konstruktif dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di Papua.
Selain itu, ia mengingatkan agar media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar popularitas, tetapi menjadi ruang edukasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap informasi yang dipublikasikan hendaknya memberikan nilai tambah, mendorong penyelesaian persoalan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan Papua,” katanya.
Perlu Kolaborasi Perkuat Ekosistem Informasi
Misbah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan organisasi masyarakat sipil dalam membangun budaya verifikasi informasi.
Menurutnya, sinergi antarlembaga akan memperkuat resiliensi media sekaligus meningkatkan kualitas advokasi berbasis data di Papua.
Ia meyakini ekosistem informasi yang akurat dan bertanggung jawab akan membantu lahirnya kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.













