Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Singgung Simbolisasi Perendahan Politik dan “Termul”

Diana Medium.jpeg

Senin, 29 Juni 2026 – 16:05 WIB

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli (Foto: Instagram/@gunromli)

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli (Foto: Instagram/@gunromli)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertanyakan prosesi penerimaan gelar “Baginda Pemuka Bangsa” untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan menginjak kepala kerbau di atas karpet merah di Kedaton Keagungan, Lampung, saat safari politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sabtu (27/6/2026).

“Apa yang dilakukan Jokowi dalam foto yang beredar apakah bagian dari adat, ekspresi kesombongan atau simbolisasi perendahan politik? Karena pendukung Jokowi sedang berhalusinasi yang diinjak itu kepala banteng padahal kerbau,” kata Juru Bicara PDIP Guntur Romli kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia menekankan bahwa banteng yang merupakan simbol partainya adalah satwa yang dilindungi, sehingga tidak bisa untuk tumbal ritual atau kurban, berbeda dengan kerbau yang merupakan hewan ternak.

Ambisi Kekuasaan Jokowi

Selanjutnya Guntur membeberkan peristiwa ini semakin membuktikan kebenaran disertasi Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebutkan bahwa Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan “the triangle of authoritarian populism” yang memadukan feodalisme dengan mempersepsikan dirinya sebagai seorang raja; populisme dengan membagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik rakyat; dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya.

“Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden dua periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK, dan menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI, ambisi kekuasaan Jokowi belum sirna,” tegasnya.

Guntur bahkan menilai jika kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai terhadap apa di balik perilaku sang raja.

“Padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi. Kerbau bukan banteng. Kerbau adalah hewan ternak. Cocok dengan istilah ‘Termul’ Ternak Mulyono,” ungkap Guntur disertai tertawa.

Sebelumnya, beredar sebuah meme yang memuat foto Jokowi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat Lampung, kini tengah menjadi sorotan publik. Prosesi adat ini digelar saat Jokowi menggelar safari politik ke Lampung, tepatnya di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang