Pelatih Tim Nasional Norwegia, Stale Solbakken, tak ragu melabeli Erling Haaland sebagai “pencetak gol terhebat di dunia” setelah penyerang Manchester City itu mencetak gol telat penentu kemenangan 2-1 atas Pantai Gading.
Kemenangan dramatis di babak 32 besar yang digelar di Dallas ini tak hanya mengantarkan Norwegia melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, tetapi juga memastikan terjadinya bentrokan epik melawan pemegang lima gelar juara dunia, Brasil, di babak 16 besar.
“Pencetak Gol Terhebat di Dunia”
Sumbangan satu gol penentu tersebut membuat striker berusia 25 tahun ini telah mengoleksi lima gol hanya dari tiga pertandingan Piala Dunia 2026. Haaland kini hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam perburuan gelar Sepatu Emas (Golden Boot).
Rekor ketajaman Haaland di level timnas juga semakin mengerikan: ia selalu mencetak gol dalam seluruh laga kompetitif Norwegia sejak Oktober 2024, menorehkan total 25 gol dalam 13 pertandingan terakhir.
“Dia adalah pencetak gol terhebat di dunia, tidak ada keraguan tentang hal itu,” puji Solbakken kepada awak media.
“Hari ini dia tidak terlalu banyak terlibat (dalam permainan), tetapi dia mendapat peluang besar di babak pertama dan kemudian mencetak gol penentu. Dia benar-benar luar biasa (out of this world). Dia membawa ketenangan dan sikap dingin ke dalam tim saat Anda memiliki pemain sepertinya,” tambahnya.
Solbakken juga secara khusus memuji kemampuan Haaland dalam menahan bola (hold-up play) yang menurutnya sering dianggap remeh oleh banyak orang. “Dia tidak kehilangan bola satu kali pun hari ini, dan itu memberikan kontribusi besar bagi tim. Dan tidak, saya tidak akan menukarnya dengan siapa pun.”
Kemenangan Bersejarah Menatap Laga Kontra Brasil
Bagi Norwegia, menumbangkan Pantai Gading 2-1 bukanlah sekadar kemenangan biasa. Hasil ini menandai sejarah baru sebagai kemenangan pertama negara Skandinavia tersebut di fase sistem gugur (knockout) sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Kini, tantangan maha berat sudah menanti. Norwegia akan menantang Brasil pada pertandingan babak 16 besar hari Minggu mendatang. Menariknya, dari sisi historis, Norwegia memiliki rekor unik: mereka belum pernah kalah dari Brasil dalam empat pertemuan sebelumnya.
Meski demikian, Solbakken enggan terburu-buru membahas laga kontra Tim Samba. Sang pelatih ingin timnya menikmati momen kemenangan bersejarah ini terlebih dahulu.
“Ini adalah pertama kalinya Norwegia memenangkan pertandingan fase gugur, dan ini adalah pencapaian bersejarah bagi kami. Kami akan membicarakan Brasil nanti dan membiarkannya istirahat untuk hari ini. Saya tidak ingin (langsung) menganalisis pertandingan baru. Kami tahu mereka adalah favorit, tetapi hari ini bukan tentang Brasil, ini tentang kami dan Pantai Gading,” pungkas Solbakken.









