Sudah Betul Pelajar Dilarang Gunakan ChatGPT, Jangan Sampai Otak Digantikan Mesin

Reyhaanah Medium.jpeg

Minggu, 15 Maret 2026 – 20:10 WIB

Aplikasi ChatGPT (Foto: AI Business)

Aplikasi ChatGPT (Foto: AI Business)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menilai langkah pemerintah membatasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) merupakan langkah progresif. Demi memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab oleh generasi muda tanpa mengganggu proses tumbuh kembang.

“Teknologi digital dan kecerdasan buatan adalah keniscayaan zaman. Namun, kita tidak boleh membiarkan anak-anak mengaksesnya tanpa batas dan tanpa pendampingan. Regulasi ini merupakan upaya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perlindungan tumbuh kembang anak,” ujar Atalia, Minggu (15/3/2026).

Pembatasan ini tertuang dalam SKB 7 Menteri yang melarang penggunaan AI generatif instan seperti ChatGPT, Gemini, maupun Claude bagi siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Atalia berpendapat, siswa perlu melewati proses berpikir secara mandiri daripada sekadar menerima jawaban otomatis dari mesin. Menurutnya, akses tanpa batas berisiko membentuk generasi yang lemah dalam memahami persoalan.

Dia juga menyoroti kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Ia menilai langkah ini sejalan dengan kebijakan global untuk melindungi kesehatan mental anak.

“Paparan digital yang terlalu dini dapat berdampak pada kesehatan mental, pola tidur, kemampuan konsentrasi, bahkan relasi sosial anak. Karena itu negara perlu hadir untuk memastikan ruang digital tetap aman bagi mereka,” jelas Atalia.

Ia menambahkan bahwa regulasi pemerintah harus didukung oleh peran keluarga dan lembaga pendidikan. Orang tua dan guru tetap menjadi pendamping utama bagi anak dalam menghadapi dunia digital. Penguatan literasi digital dianggap krusial agar anak memiliki kesiapan mental sebelum menggunakan teknologi secara mandiri.

“Tujuan dari kebijakan ini bukan melarang teknologi, tetapi memastikan anak-anak kita siap secara mental, intelektual, dan sosial sebelum benar-benar terjun ke dunia digital yang kompleks,” tuturnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang