Ilustrasi mengisi bensin dengan BBM Pertalite. (Foto: Dok. Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Jagat media sosial (medsos) kembali heboh dengan kabar adanya pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Informasi itu dikaitkan dengan upaya penghematan energi oleh pemerintah Indonesia, mengantisipasi dampak perang Iran yang dikeroyok zionis Israel dengan Amerika Serikat (AS).
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth MV Dumatubun memastikan informasi tersebut tidak benar. Tidak ada pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite selama masa libur Lebaran 2026. Informasi tersebut bergulir dari sebuah Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di Tangerang Selatan, Banten.
“Sampai saat ini, Pertamina tidak mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian khususnya di wilayah Tangerang tersebut ya dan saat ini masih dalam masa Satgas,” ucap Roberth di Jakarta, dikutip Selasa (24/3/2026).
Pada prinsipnya, kata Roberth, tidak ada instruksi untuk melakukan pembatasan pembelian BBM subsidi. Artinya, semua berjalan normal. Jika ada SPBU melakukan pembatasan pembelian, bisa jadi itu hanya langkah antisipasi dari panic buying masyarakat.
“Dan imbauan agar hemat BBM dan menggunakan BBM secukupnya, sesuai kebutuhan dan tidak menjadi pelaku spekulan/bahkan penimbunan,” imbuh Roberth.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat mengecek ketersediaan BBM di Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3/2026). Dia memastikan bahwa kebutuhan masyarakat khususnya pada libur panjang Idulfitri, dapat terpenuhi dengan baik.
“Hari ini saya melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan juga keandalan kelistrikan untuk sistem Jawa Tengah. Jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini,” kata Yuliot dikutip dari keterangan resmi.
Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pasokan energi, baik untuk kebutuhan transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada tingkat yang aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghindari pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini berlaku baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai dengan kebutuhan.
“Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” jelas Yuliot.
Kendati demikian, Yuliot mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama jika terjadi antrean.
“Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin,” ungkapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













