Ketua Umum PBSI Fadil Imran. (Dok. PBSI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pengurus Pusat PBSI memasang target maksimal pada ajang Thomas Cup dan Uber Cup. Secara realistis, tim putra ditargetkan mampu menembus babak final, sementara tim putri diharapkan mencapai semifinal.
Kedua turnamen beregu paling prestisius itu akan berlangsung di Horsens pada 24 April hingga 3 Mei 2026. Indonesia mengirim masing-masing 10 atlet untuk sektor putra dan putri.
Ketua Umum PBSI, Fadil Imran, menilai persaingan di fase grup untuk tim Thomas dan Uber tidak akan mudah. Tim Thomas Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.
“Terkait dengan target, kita lihat komposisi di Thomas, kita di pool D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Tentu yang menjadi lawan terberat kita adalah Prancis, kemudian Thailand,” kata Fadil, Jumat (17/4/2026).
Ia menyoroti kekuatan Prancis dan Thailand yang dinilai memiliki komposisi pemain cukup merata, baik di sektor tunggal maupun ganda.
“Mudah-mudahan anak-anak dan pelatih bisa menyusun strategi, karena masing-masing tim, Prancis ada tiga tunggal dan ada satu ganda yang cukup kuat. Demikian juga dengan Thailand, ada dua tunggal dan satu ganda yang kuat,” lanjutnya.
Fadil berharap tim yang dikapteni Fajar Alfian mampu melewati fase grup dengan hasil positif dan melangkah ke babak selanjutnya.
“Kami berharap kita bisa menang dalam babak penyisihan, sehingga bisa masuk kepada babak berikutnya,” katanya.
Sementara itu, perihal persaingan menuju gelar juara Fadil bicara realistis, sebab diakuinya Indonesia masih berada di bawah China. Namun, ia menekankan banyak faktor nonteknis yang bisa memengaruhi hasil pertandingan di lapangan.
“Target kami tentu kalau melihat hitungan dan ranking yang dikeluarkan oleh BWF, kita di bawah China. Mudah-mudahan di lapangan, Anda tahu semua situasi di lapangan akan banyak faktor,” katanya.
“Kami berharap bisa final untuk Thomas, dan mudah-mudahan anak-anak bisa membawa kebanggaan buat kita semua,” ujarnya lagi.
Sementara itu, untuk tim Uber, Indonesia berada satu grup dengan Kanada, Australia, dan China Taipei. Fadil berharap tim putri mampu lolos dari persaingan Grup C tersebut dan melangkah sejauh mungkin.
“Kemudian untuk Uber, yang satu grup dengan Kanada, Australia, dan China Taipei, kami berharap bisa mengatasi Kanada dan Australia, lalu kemudian kita lolos ke babak berikutnya,” katanya.
“Atmosfernya sangat jauh berbeda. Jadi kadang-kadang kekompakan, kebersamaan itu menjadi penting dan itu bisa menjadi energi untuk mengalahkan siapa pun,” tuturnya.
Fadil berharap, tim Uber Indonesia mampu lolos hingga babak semifinal, meski pada keikutsertaan terakhir di 2024 Srikandi Merah Putih mampu finis di posisi runner-up setelah tumbang dari China di final.
“Kami berharap anak-anak bisa menempuh semi final. Mudah-mudahan mereka bisa masuk final seperti kejuaraan Badminton Asia Team yang dilaksanakan 2 tahun lalu,” kata Fadil.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









