Simalakama Aturan WFH, Ada Pengusaha Bakal Tanggung Rugi Besar

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 18 Maret 2026 – 20:36 WIB

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani. (Foto: Antara).

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Terkait rencana pemerintah memberlakukan aturan kerja dari rumah alias work from home (WFH) untuk berhemat bahan bakar minyak (BBM), membuat pengusaha ketar-ketir. Kebijakan itu berdampakke sejumlah sektor

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani menyebut, gagasan pemerintah menerapkan WFH demi efisiensi BBM, sulit diterapkan secara menyeluruh. Karena ada sektor usaha yang memang memerlukan kehadiran pekerja.

Meski begitu, Shinta memahami bahwa penghematan penggunaan BBM perlu dilakukan, untuk meminimalisir dampak kenaikan harga minyak imbas perang Iran yang dikeroyok zionis Israel dan Amerika Serikat (AS).

“Kami mendukung penghematan, karena ada efisiensi. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa tidak semudah itu untuk menerapkan WFH. karena ada yang kena dampaknya,” kata Shinta di Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).

Aturan WFH, kata dia, tidak bisa diterapkan di industri manufaktur yang membutuhkan kehadiran fisik dari para pekerjanya. Mau tak mau, pemerintah bisa melakukan penyesuaian sebelum memutuskan WFH.

“Jadi kita harus melihat situasi dan kondisi daripada perusahaan masing-masing. Terutama untuk karyawan pabrik dan lain-lain, itu kan tidak mungkin mereka pakai sistem WFH,” ujarnya.

Di samping itu, dia menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah memberikan sejumlah dampak terhadap dunia usaha, khususnya struktur biaya operasional.

Shinta menggarisbawahi kenaikan harga minyak imbas perang turut berdampak terhadap membengkaknya biaya logistik dan aktivitas ekspor-impor. Terdapat pula volatilitas nilai tukar rupiah yang patut menjadi perhatian.

“Jadi ini semua satu situasi yang sama-sama harus kita cermati dan bagaimana pemerintah bisa terus mendukung dengan kondisi yang ada,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) apabila terjadi krisis imbas perang.

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dan pengurangan hari kerja.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang