Sibuk Kerja Sampai Lupa Tidur? Hati-hati, Sel Tubuh Bisa ‘Ngambek’

Reyhaanah Medium.jpeg

Minggu, 24 Mei 2026 – 16:05 WIB

Dokter bedah umum dan onkologi bedah Prof Melissa Teo Ching Ching saat ditemui di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (24/5/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Reyhaanah)

Dokter bedah umum dan onkologi bedah Prof Melissa Teo Ching Ching saat ditemui di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (24/5/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Reyhaanah)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dokter bedah umum dan onkologi bedah Prof Melissa Teo Ching Ching mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tidur dan mengelola stres sebagai bagian dari upaya menurunkan risiko kanker.

Menurut Melissa, stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan peradangan dalam tubuh, mengganggu waktu istirahat, dan menghambat proses pemulihan sel yang seharusnya terjadi saat tubuh beristirahat.

“Orang-orang yang stres, tentu saja penanda inflamasi kita meningkat, tidak tidur dengan baik, dan tidak beristirahat dengan baik,” kata Melissa dalam acara media interview Siloam Oncology Summit 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, tidur memiliki peran penting karena tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan sel dan berbagai gangguan yang terjadi sepanjang aktivitas harian.

“Sangat sering kanker terjadi ketika tubuh tidak memperbaiki semua masalah yang terjadi sepanjang hari,” ujarnya.

Melissa mengatakan, durasi tidur ideal berada di kisaran tujuh hingga delapan jam per malam agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal.

Selain menjaga kualitas tidur, Melissa juga menekankan pentingnya olahraga rutin dan interaksi sosial untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Menurut dia, manfaat gaya hidup sehat tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kanker, tetapi juga membantu menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti demensia dan Alzheimer.

“Hal-hal ini juga penting bukan hanya untuk pencegahan kanker tetapi juga untuk pencegahan demensia, Alzheimer, yang sekarang sangat umum di banyak bagian dunia dan populasi usia lanjut,” jelas Melissa.

Di sisi lain, ia juga menuturkan pertanyaan yang kerap diterimanya terkait konsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan dan mencegah kanker. Melissa menilai, konsumsi buah dan sayuran segar tetap menjadi pilihan utama dibanding bergantung pada suplemen tertentu.

Melissa menyebut sejumlah penelitian juga menunjukkan potensi manfaat bahan alami seperti kunyit, baik dalam literatur medis Barat maupun Asia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang