Setelah Patriot Bonds, Danantara Luncurkan Surat Utang Rp7 Triliun: Modal Makin Kuat

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 18 Maret 2026 – 06:09 WIB

Sejumlah karyawan keluar dari Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Foto: Antara Foto/Reno Esnir/app/YU/am).

Sejumlah karyawan keluar dari Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Foto: Antara Foto/Reno Esnir/app/YU/am).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ternyata, tak hanya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menarik utang baru lewat penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menerbitkan srt utan juga.

Kali ini, Danantara Indonesia menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) senilai Rp7 triliun. Instrumen tersebut bernama Surat Utang Jangka Panjang II yang ditawarkan tanpa melalui penawaran umum PT Danantara Investment Management Tahun 2026 Tahap I, sebagaimana data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

“Memperhatikan tingginya minat investor terhadap Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025, Danantara Indonesia akan terus mengakomodasi minat calon investor, termasuk melalui penerbitan Surat Utang Jangka Panjang yang bersifat privat dan sukarela,” ujar Managing Director Finance Danantara Investment Management (DIM), Djamal Attamimi di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Djamal memastikan, Danantara Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan mandatnya sebagai sovereign fund secara profesional melalui penerapan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta tata kelola yang baik.

“Inisiatif pembiayaan seperti ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Djamal.

Surat utang Danantara tersebut terbagi dalam dua seri, yaitu seri A dengan jumlah pokok senilai Rp3,5 triliun dan kupon sebesar 2 persen. Seri ini bertenor lima tahun satu hari, sehingga akan jatuh tempo pada 18 Maret 2031.

Kemudian, seri B dengan jumlah pokok senilai Rp3,5 triliun dan kupon sebesar 2 persen. Seri ini bertenor tujuh tahun sehingga akan jatuh tempo pada 17 Maret 2033.

Distribusi efek secara elektronik dijadwalkan pada 17 Maret 2026, sementara tanggal pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 17 Maret 2027.

Adapun, dalam penerbitan ini PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai Penata Laksana Penerbitan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Agen Pemantau.

Sebelumnya, Danantara telah menerbitkan surat utang bertipe MTN dengan total nilai Rp61,3 triliun pada 2025 yang terbagi dalam dua tahap.

Pada tahap I seri A, Danantara menawarkan Rp25 triliun dengan kupon sebesar 2 persen dan akan jatuh tempo pada 22 Oktober 2033. Pada tahap II seri A, Danantara menawarkan Rp9,8 triliun dengan bunga 2 persen yang akan jatuh tempo pada 13 Desember 2030.

Kemudian, pada tahap I seri B, Danantara menawarkan lagi sebesar Rp25 triliun dengan bunga 2 persen yang akan jatuh tempo pada 21 Oktober 2032. Pada tahap II seri B senilai Rp1,57 triliun dengan bunga 2 persen yang akan jatuh tempo pada 12 Desember 2032.

Kala itu, Danantara menawarkannya melalui skema private placement kepada para konglomerat di Tanah Air, yang digunakan untuk mendukung investasi baik di dalam maupun luar negeri.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang