Sarri Bongkar Borok Lazio: Pemain Hengkang karena Klub tak Punya Ambisi

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 25 Januari 2026 – 07:30 WIB

Maurizio Sarri dan Valentin Castellanos dari SS Lazio tampak memperhatikan saat sesi foto resmi tim SS Lazio di pusat olahraga Formello pada 22 Oktober 2025 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Maurizio Sarri dan Valentin Castellanos dari SS Lazio tampak memperhatikan saat sesi foto resmi tim SS Lazio di pusat olahraga Formello pada 22 Oktober 2025 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Jurang pemisah antara pelatih Maurizio Sarri dan Presiden Lazio, Claudio Lotito, kini tak bisa lagi ditutupi. Usai hasil imbang 0-0 melawan Lecce, Sarri melancarkan serangan verbal terbuka kepada manajemen klub, membongkar alasan sebenarnya di balik eksodus pemain bintang Biancocelesti.

Sarri dengan tegas membantah narasi yang dibangun Lotito—yang terekam mengatakan bahwa pemain ingin pergi karena tidak suka dengan gaya kepelatihan Sarri. Sebaliknya, pelatih berusia 67 tahun itu menyebut “kurangnya ambisi” klub sebagai biang kerok utama.

“Mereka Pergi Karena Tak Melihat Ambisi”

Dalam konferensi pers yang panas, Sarri membalas tuduhan Lotito dengan fakta mengejutkan dari ruang gantinya.

“Saya bahkan tidak perlu mengomentari itu (tuduhan Lotito),” jawab Sarri tajam. 

“Baru 10 hari yang lalu seorang pemain masuk ke kantor saya sambil menangis sebelum dia pergi. Tidak ada masalah hubungan antara saya dan skuad.”

“Tampaknya tidak menyenangkan jika mereka mengatakan pemain dijual karena tidak akur dengan saya… Para pemain memberi tahu saya versi kejadian yang sangat berbeda: Mereka ingin pergi karena mereka tidak melihat ambisi apa pun di klub ini,” ungkap Sarri.

Target Turun Drastis

Krisis kepercayaan dan hilangnya pilar penting seperti Taty Castellanos, Matteo Guendouzi, dan segera menyusul Alessio Romagnoli, memaksa Sarri bersikap realistis—bahkan pesimistis.

Berbicara kepada Lazio Style Channel, Sarri menurunkan target timnya ke titik terendah.

“Saya ingin kami mengamankan posisi aman di Serie A (lolos degradasi) dengan nyaman. Kami selalu punya peluang tipis ke Eropa, tapi sekarang setelah kehilangan beberapa pemain penting, kami harus realistis,” ujarnya pasrah.

Peringatan Soal Kepergian Romagnoli

Terkait kapten Alessio Romagnoli yang berpamitan dengan fans dan mendesak pindah ke Al-Sadd, Sarri mengaku sudah memperingatkan manajemen bahwa transfer itu adalah ide buruk.

“Jika dia pergi, maka kita harus terbiasa kebobolan lebih banyak gol. Klub bertanya pendapat saya, saya bilang itu tidak layak (unfeasible), tapi merekalah yang memegang kendali bursa transfer,” keluh Sarri.

Menurutnya, menggantikan sosok pemimpin pertahanan seperti Romagnoli di tengah musim adalah hal yang mustahil dan butuh waktu berbulan-bulan untuk adaptasi pemain baru.

Bertahan Demi Janji pada Fans

Lantas, mengapa Sarri masih bertahan di tengah kekacauan ini? Ia menegaskan bahwa satu-satunya alasan ia tidak mundur adalah janji yang ia buat kepada Laziale (fans Lazio) saat mengetahui klub terkena embargo transfer pada Juni lalu.

“Saya membuat janji kepada para penggemar, bahwa saya akan menanggung segalanya dan terus maju demi menghormati orang-orang ini (fans). Saya memberikan kata-kata saya dan saya berniat memegangnya,” pungkasnya.