Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Empat Hari Diangkut Belum Surut

Basuki Medium.jpeg

Selasa, 31 Maret 2026 – 16:11 WIB

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). (Foto: Antara/Siti Nurhaliza)

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026). (Foto: Antara/Siti Nurhaliza)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Upaya pengangkutan tumpukan sampah setinggi enam meter yang sudah berlangsung selama empat hari di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga sejauh ini belum menunjukkan hasil signifikan.

“Kalau pengangkutan pertama, sekitar dua puluh truk, lalu berikutnya tiga belas. Sekarang, dari pagi baru beberapa, jadi belum kelihatan banyak berkurang,” ujar salah satu petugas kebersihan, Sugiat (55) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Terlihat gunungan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) masih terlihat tinggi dan belum banyak berkurang.

Kekurangan Armada

Aktivitas pengangkutan juga masih terus dilakukan. Sejumlah truk sampah tampak keluar-masuk area TPS untuk mengangkut limbah yang menumpuk.

Namun, jumlah armada yang beroperasi dinilai belum mampu mengimbangi volume sampah yang ada.

Menurut Sugiat, kondisi saat ini berbeda dengan penanganan pada Januari lalu yang dinilai jauh lebih cepat. Saat itu, puluhan truk dikerahkan setiap hari sehingga tumpukan sampah dapat segera terurai.

“Dulu, sehari bisa sampai 50 truk, dari pagi sampai sore, makanya cepat habis. Sekarang lebih sedikit, jadi lama untuk mengurangi volume sampah,” ungkap Sugiat menerangkan.

Minin Alat Berat

Selain keterbatasan armada, penggunaan alat berat yang minim juga menjadi kendala. Saat ini, hanya satu alat berat jenis shovel yang digunakan untuk memindahkan sampah ke dalam truk.

Padahal sebelumnya, dua alat berat, yakni shovel dan ekskavator dikerahkan secara bersamaan.

Di sisi lain, kondisi lingkungan sekitar TPS masih memprihatinkan.

Jalanan di sekitar lokasi tersebut tampak becek akibat campuran sampah dan air yang menggenang hingga ke badan jalan. Bau menyengat juga masih tercium kuat hingga mengganggu aktivitas di kawasan pasar.

Bantuan Armada

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Julius Monangta memastikan pihaknya terus memberikan bantuan armada dan personel kebersihan untuk menjaga kondisi pasar tetap bersih dan tertata.

Sebanyak 13 truk Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur dikerahkan untuk mengangkut sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (30/3/2026).

“Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman,” kata Monang di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3/2026).

Dia pun menegaskan bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi tersebut benar-benar tertangani dengan baik.

Selain itu, Monang juga memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir sampah di Pasar Induk Kramat Jati dibersihkan seluruhnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang