Publik sepak bola Indonesia langsung memadati kolom komentar setelah PSSI merilis Project 2034: Garuda Membara, sebuah roadmap ambisius yang menargetkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 dan membangun identitas permainan baru dalam 10 tahun ke depan.
Namun, di media sosial—khususnya Instagram—reaksi netizen justru lebih banyak bernada satir, skeptis, hingga geram.
Peluncuran roadmap ini berlangsung hanya beberapa jam setelah aksi protes Ultras Garuda mengguncang kantor PSSI di GBK Arena.
Momentum itu membuat sebagian publik menilai roadmap ini sebagai langkah tergesa dan tidak menyentuh sumber masalah sebenarnya.
Kolom komentar akun sepak bola internasional dan nasional langsung dibanjiri kritik. Sejumlah komentar dengan jumlah likes tinggi menggambarkan rasa tidak percaya publik terhadap roadmap baru PSSI.
Akun roomfortax menuliskan komentar yang mendapat lebih dari 400 likes:
“Gerakan panik aja.. bikin di chat GPT itu mah.”
Komentar itu dengan cepat viral dan dijadikan bahan perbincangan di berbagai platform.
Ada pula netizen yang menyindir kegagalan program jangka panjang PSSI sebelumnya:
“Roadmap mulu, yang kemarin aja dihancurin.”
Isu absennya jadwal FIFA Matchday juga menjadi sasaran sindiran. Banyak netizen menilai target ranking FIFA mustahil tercapai jika PSSI sendiri tidak menyiapkan agenda pertandingan resmi.
Akun rakhulslmn menulis komentar pendek yang mendapat puluhan respons:
“FMD aja malah dikasih ke U-23.”
Komentar lain menganggap roadmap PSSI tidak nyambung dengan kondisi teknis tim saat ini, terutama setelah pergantian pelatih mendadak dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert yang menuai kritik besar.
Netizen lain menyebut Project 2034 tidak lebih dari dokumen pencitraan yang tidak punya landasan pelaksanaan jelas.
Akun msultn9.3 menuliskan:
“Biar kelihatan keren doang ini mah.”
Beberapa netizen lain membalas komentar tersebut dengan emoji tertawa dan api, menunjukkan percakapan yang semakin satir.
Sejumlah komentar juga mengingatkan bahwa publik bukan anti-roadmap, tetapi mempertanyakan konsistensi implementasinya.
Tantangan PSSI: Meyakinkan Publik
Peluncuran Project 2034 Garuda Membara sejatinya membawa visi besar—membangun identitas, filosofi bermain, struktur pembinaan usia dini, hingga target tampil stabil di kualifikasi Piala Dunia 2030.
Namun, reaksi keras netizen hingga aksi Ultras Garuda menunjukkan bahwa publik kini menginginkan kredibilitas, bukan sekadar dokumen rencana.
Sebelumnya pengamat Olahraga Djoko Pekik Irianto menilai demo kelompok Ultras Garuda yang menuntut Erick Thohir mundur terjadi karena adanya komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.
“Kalau demo seperti itu bisa dipastikan karena ada komunikasi yang tidak berjalan dengan baik,” kata Djoko saat dihubungi inilah.com, Sabtu (15/11/2025).
Harusnya, PSSI mau mendengarkan masukan dari suporter sebagai salah satu entitas penting dalam tubuh Timnas Indonesia. Menurutnya, manajemen dalam olahraga itu harus saling keterbukaan.
“Sehingga dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik, ya harapannya semua problem yang dihadapi itu bisa terselesaikan,” ujarnya.
Kritik yang membanjiri media sosial menjadi tanda bahwa PSSI menghadapi pekerjaan besar untuk meyakinkan publik: melalui transparansi, konsistensi kebijakan, dan langkah nyata di lapangan.
Kesuksesan atau kegagalan Project 2034 kini bukan hanya soal strategi, tetapi juga kemampuan federasi merangkul kembali kepercayaan suporter.









