Review Civilization VII ‘Test of Time’: Update Gratis yang Selamatkan Franchise

Ketika Firaxis Games merilis Sid Meier’s Civilization VII pada Februari 2025 lalu, komunitas gamer terbelah. Keputusan berani sang developer untuk merombak sistem Age (Zaman)—yang memaksa pemain berganti peradaban di setiap pergantian era—menuai kritik tajam. Game ini terasa kehilangan identitas intinya.

Namun, Firaxis tidak tinggal diam. Setahun lebih sejak perilisannya, mereka meluncurkan Update 1.4.0: Test of Time, sebuah pembaruan gratis yang merombak ulang berbagai mekanik fundamental. Hasilnya? Civilization VII akhirnya menemukan ritmenya kembali.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai apa saja yang berubah di Civilization VII, dan mengapa sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk (kembali) menekan tombol “Just one more turn“.

Akhirnya, Bisa Setia Pada Satu Peradaban

Fitur utama dan yang paling banyak diminta oleh komunitas akhirnya tiba: pemain kini tidak lagi diwajibkan mengganti peradaban saat bertransisi ke era baru.

Bagi Anda yang menginginkan akurasi historis (atau sekadar keterikatan emosional dengan satu bangsa), Anda bisa bermain sebagai Yunani dengan Alexander the Great (pemimpin baru yang hadir gratis di update ini) dari awal hingga akhir. 

Firaxis menambahkan node Syncretism pada Civic tree, yang memungkinkan peradaban Anda mengadopsi elemen budaya atau unit militer dari peradaban lain sesuai era, tanpa harus kehilangan identitas asli Anda.

Sebaliknya, bagi para pemain min-maxing yang suka bereksperimen, fleksibilitas gila-gilaan masih tersedia. Anda bisa memasangkan Harriet Tubman untuk memimpin Islandia di Era Modern. Transisi antarzaman kini terasa jauh lebih mulus dan tidak lagi destruktif seperti saat game ini pertama kali rilis.

Rombakan Sistem ‘Triumph’ dan Poin Kemenangan

Firaxis membuang sistem Legacy Paths yang membingungkan dan menggantinya dengan sistem Triumph. Sistem ini bekerja seperti misi mini (terbagi menjadi Minor dan Major Triumph) yang memberikan bonus instan, progres menuju kemenangan, serta Dedications (pengganti Legacy Cards) untuk era berikutnya. 

Sistem ini membuat tujuan bermain menjadi jauh lebih terarah dan memberikan nilai putar ulang (replayability) yang sangat tinggi.

Selain itu, antarmuka layar Kemenangan (Victory) kini jauh lebih transparan. Perjalanan menuju kemenangan (Budaya, Ekonomi, Militer, atau Sains) ditentukan oleh ambang batas (threshold) poin yang dinamis.

Di awal Exploration Age, ambang batas kemenangan dipatok sangat tinggi, memberi kepuasan tersendiri bagi pemain yang mampu mendominasi sejak awal.

Ambang batas ini perlahan turun seiring berjalannya waktu, membuat comeback di akhir permainan (Modern Age) menjadi sangat realistis.

Bonus Ketegangan: Ada hitung mundur 5 giliran sebelum seseorang resmi menang, memberi kesempatan terakhir bagi pemain lain untuk menggagalkan kemenangan tersebut.

Peta yang Lebih Hidup dan AI yang Lebih Cerdas

Perbaikan yang langsung terasa ada pada presentasi visual dan antarmuka (UI). Menu abu-abu yang membosankan dari versi rilis kini telah dipoles menjadi jauh lebih nyaman dibaca dan informatif (terutama di halaman Resources).

Lebih dari itu, algoritma pembuatan peta kini menghasilkan dunia yang terasa organik. Menggunakan peta baru Fractal Continents, geografi benar-benar mendikte politik. 

Ditambah dengan sistem cuaca dinamis—seperti badai salju yang tiba-tiba turun dari kutub dan menutupi wilayah selatan—peta kini terasa seperti entitas hidup yang memaksa pemain untuk terus beradaptasi.

Sistem diplomasi juga diperjelas. Kecerdasan Buatan (AI) musuh kini bertindak dengan alasan yang bisa dipahami, dan bahkan cukup pintar untuk mengecoh pemain lewat serangan multi-front.

Kekurangan yang Masih Tersisa

Meski Test of Time adalah lompatan besar, Civilization VII masih memiliki beberapa lubang:

Garis Waktu yang Terpotong: Game masih berakhir di Modern Age (pertengahan abad ke-20). Ketiadaan Information Age atau Future Era seperti di Civ VI terasa seperti ada bab sejarah yang dihilangkan.

Agama yang Terasa Hambar: Berbeda dengan seri sebelumnya di mana agama bisa menjadi senjata mematikan, peran agama di Civ VII masih terasa superfisial dan kurang memberikan imbalan yang setimpal atas investasi waktu pemain.

Kesimpulan: Apakah Layak Dimainkan Sekarang?

Jika Anda menunda untuk membeli atau kembali bermain Civilization VII, Test of Time adalah jawaban yang Anda tunggu. Ini bukan sekadar kompromi atas visi awal Firaxis, melainkan penyempurnaan dari ide-ide liar mereka. 

Game ini telah berubah dari judul yang memecah belah komunitas menjadi sebuah adiksi baru yang akan membuat Anda kurang tidur. Civilization telah kembali ke performa terbaiknya.

INFO GAME

Judul: Sid Meier’s Civilization VII (Update 1.4.0 Test of Time)

Developer/Publisher: Firaxis Games / 2K Games

Platform: PC, PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, macOS

Harga PC (Steam / Epic Games Store): Mulai dari Rp675.000 (Base Game) / Update Test of Time tersedia Gratis