Rapat Tertutup di Kediaman Rais Aam Hari Ini, Penentuan Nasib ‘Islah’ PBNU

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 28 Desember 2025 – 13:15 WIB

Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (tengah) bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (kiri) dan Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir (kanan) bersiap membuka rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Antara)

Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (tengah) bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (kiri) dan Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir (kanan) bersiap membuka rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Babak baru dinamika konflik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir hari ini, Ahad (28/12/2025). Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengumpulkan jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah di kediamannya, Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedungtarukan No. 100, Surabaya.

Pertemuan yang dijadwalkan mulai pukul 12.00 WIB ini menjadi sorotan tajam, mengingat situasi internal PBNU yang masih memanas meski sebelumnya telah digelar pertemuan islah di Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Kamis (25/12).

Agenda Silaturahmi di Tengah Dualisme

Berdasarkan surat undangan nomor 4962/PB.01/A.I.01.08/99/12/2025 yang beredar, pertemuan ini dilabeli sebagai ajang silaturahmi. Surat tersebut secara administratif ditandatangani oleh Rais Syuriyah KH Muhibbul Aman Aly, Katib Ahmad Nadhif, serta turut mencantumkan tanda tangan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Wakil Sekretaris Jenderal H Faisal Saimima.

G9LtddsbgAATa80.jfif

Namun, sumber internal PBNU mengungkapkan bahwa situasi di lapangan tidak se-cair administrasi surat tersebut. Pertemuan hari ini disebut-sebut akan menjadi momen krusial bagi kubu Rais Aam (yang sebelumnya menggelar Pleno di Hotel Sultan) untuk menentukan sikap resmi terhadap hasil pertemuan Lirboyo.

“Besok (hari ini) Ahad akan dirapatkan di kediaman Rais Aam di Surabaya dan akan dipublikasikan sikap kubu Rais Aam atas hasil pertemuan Lirboyo,” ungkap sumber internal tersebut.

Isu Penolakan Hasil Lirboyo

Meski pertemuan Lirboyo menyepakati Muktamar Ke-35 digelar secepatnya di bawah pimpinan bersama (Rais Aam dan Gus Yahya), resistensi di tingkat elite dikabarkan masih kuat. PBNU saat ini secara de facto mengalami dualisme kepemimpinan dengan adanya dua Ketua Umum, dua Sekretaris Jenderal, dan dua Katib Aam.

Jika pertemuan Surabaya hari ini menghasilkan keputusan yang berseberangan dengan Lirboyo, dikhawatirkan konflik terbuka atau “babak kedua” perseteruan akan kembali pecah. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan nahdliyin terkait marwah para kiai dan keutuhan jam’iyah.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pengurus teras PBNU telah mulai berdatangan ke lokasi di kawasan Kedungtarukan, Surabaya. Publik menanti apakah pertemuan ini akan memperkuat jalan damai atau justru mempertegas garis demarkasi antara dua kubu.