Manajer Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT), Mauricio Pochettino, menanggapi dengan santai dan positif terkait kabar kepindahan bek mudanya, Alex Freeman, ke klub LaLiga Spanyol, Villarreal, menjelang penutupan bursa transfer musim dingin.
Alih-alih khawatir adaptasi sang pemain akan mengganggu persiapan tim, Pochettino justru melihat perpindahan ke liga top Eropa sebagai langkah krusial bagi perkembangan mentalitas skuadnya menyambut Piala Dunia 2026 yang tinggal empat bulan lagi.
“Saya Tidak Khawatir, Mereka Butuh Tantangan”
Dalam konferensi pers via Zoom, Kamis (29/1), Pochettino menegaskan optimismenya. Selain Freeman, striker Ricardo Pepi (PSV Eindhoven) juga dikabarkan diminati oleh Fulham.
“Saya tidak khawatir. Saya tidak cemas jika beberapa pemain akan pindah di jendela transfer ini karena apa yang saya harapkan selalu hal terbaik,” ujar pelatih asal Argentina tersebut.
Pochettino mengaku sudah berbicara langsung dengan Freeman sebelum kepindahannya.
“Jika itu terjadi, itu karena mereka ingin berkembang… dan saya pikir itu adalah tantangan luar biasa yang perlu kita dukung,” tambahnya.
Maret: Kick-off Mental Menuju Piala Dunia
Pochettino menetapkan jeda internasional bulan Maret mendatang sebagai titik awal “sebenarnya” dari kampanye Piala Dunia mereka. AS dijadwalkan melakoni laga uji coba kelas berat melawan Belgia dan Portugal di Atlanta.
Setelah itu, mereka juga akan menantang Senegal dan Jerman dalam laga persahabatan pra-Piala Dunia.
“Idenya adalah Piala Dunia akan dimulai pada bulan Maret saat kita semua berkumpul… Ini bukan hanya soal empat laga uji coba, tapi empat laga ‘Piala Dunia’ di mana penting bagi pemain untuk menunjukkan kualitas,” tegas eks pelatih Chelsea dan Tottenham itu.
Keuntungan Pemain MLS: “Baterai Penuh”
Pochettino juga menepis kekhawatiran mengenai kebugaran pemain yang merumput di Major League Soccer (MLS). Mengingat musim reguler MLS baru akan dimulai 21 Februari, para pemain lokal mungkin minim menit bermain kompetitif saat dipanggil bulan Maret.
Namun, Pochettino melihat sisi positifnya: Energi.
“Mereka (pemain MLS) akan berada dalam tingkat energi yang sangat baik… mereka datang dari masa istirahat, pemulihan, dan sekarang sedang mengisi daya baterai hingga penuh,” analisis Pochettino.
Hal ini kontras dengan pemain yang berkarier di Eropa yang mungkin sudah memasuki fase kelelahan di pertengahan musim. Kombinasi “baterai penuh” pemain MLS dan pengalaman pemain Eropa diharapkan menjadi ramuan pas bagi tuan rumah di Piala Dunia nanti.









