Pesepak bola Persija Jakarta Eksel Timothy Joseph Runtukahu (kanan) berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya pada pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Persija Jakarta membidik kemenangan ketiga beruntun saat menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026. Laga dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026) pukul 15.30 WIB.
Macan Kemayoran datang dengan modal positif setelah meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan, yakni 3-0 atas Persebaya Surabaya dan 1-0 kontra PSBS Biak. Pada pertemuan pertama musim ini, Persija juga unggul 2-0 atas PSIM.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menegaskan pentingnya laga ini dalam menjaga peluang juara.
“Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan ini bagi kami,” ujar Mauricio.
Persiapan Terbatas, Adaptasi Cepat
Persija menghadapi kendala dalam persiapan akibat perubahan lokasi pertandingan. Awalnya laga dijadwalkan berlangsung di Bantul, sehingga tim sempat merencanakan tetap berada di Yogyakarta usai laga sebelumnya di Sleman.
Namun, perpindahan ke Bali membuat waktu persiapan menjadi lebih sempit. Mauricio mengakui tim harus beradaptasi dengan cepat, terutama terkait perjalanan dan pemulihan kondisi fisik pemain.
“Waktu persiapan terbatas, apalagi kami tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali. Tapi kami tetap memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin,” katanya.
Soroti Kreativitas di Lini Depan
Dari sisi teknis, Mauricio menyoroti masih kurangnya kreativitas tim di sepertiga akhir lapangan. Ia menilai penyelesaian peluang masih bisa ditingkatkan, baik melalui aksi individu maupun kombinasi antar pemain.
“Di area dekat gawang kami masih kurang kreativitas untuk menembus kotak penalti,” ujarnya.
Waspadai Kekuatan Kolektif PSIM
Meski PSIM tengah dalam tren kurang baik—hanya meraih satu kemenangan dari 11 laga terakhir—Mauricio menegaskan tidak akan meremehkan lawan. Ia menolak fokus pada satu pemain tertentu dan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kekuatan kolektif tim.
“Sepak bola adalah permainan tim. Kami harus mewaspadai semua pemain mereka,” katanya.
Persija saat ini berada di peringkat ketiga dengan 58 poin. Tambahan tiga angka menjadi krusial untuk menjaga asa juara. Di sisi lain, PSIM juga membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi dan mengamankan tempat di papan tengah klasemen.
Dengan tekanan di kedua kubu, laga ini berpotensi berlangsung ketat. Konsistensi lini belakang dan peningkatan kreativitas serangan akan menjadi faktor penentu bagi Persija untuk melanjutkan tren positif mereka.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









